Pandemi Covid-19, Pedagang Pasar Gembrong Baru Andalkan Pelanggan Tetap

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepadatan arus lalu lintas di Pasar Gembrong di Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Lalu lintas Jakarta kembali ramai usai libur panjang Natal dan Tahun Baru 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kepadatan arus lalu lintas di Pasar Gembrong di Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Lalu lintas Jakarta kembali ramai usai libur panjang Natal dan Tahun Baru 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pedagang Pasar Gembrong Baru di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Jatinegara, Jakarta Timur, mengandalkan pendapatan dari pelanggan tetap selama pandemi Covid-19.

    "Kalau pelanggan masih ada, tapi cuma mereka yang tahu saja tempat saya. Kalau mengandalkan konsumen yang sengaja datang agak sulit selama pandemi, jadi ya pelanggan tetap saja," kata pedagang aksesoris dan mainan anak Pasar Gembrong Baru, Rizky (44), di Jakarta, Sabtu, 30 Januari 2021.

    Pedagang di lantai dasar Pasar Gembrong Baru itu mengatakan mayoritas penghuni pasar adalah pedagang yang direlokasi oleh pemerintah dari bahu Jalan Jenderal Basuki Rahmat sejak Juni 2020.

    Baca juga : Kelakar Anies Baswedand Soal Lalu Lintas: Mau Bebas Macet? Jalanlah Jam 2 Pagi...

    Relokasi itu terjadi karena lapak para pedagang berada di atas lahan pembangunan jalan tol di kawasan Jakarta Timur tersebut.

    "Jadi memang belum banyak konsumen yang mampir ke sini. Rata-rata tahunya yang di Pasar Gembrong aja," katanya.

    Rizky mengatakan pendapatan dari barang jualan selama pandemi juga mengalami penurunan sekitar 50 persen.

    "Omzet turun lah kalau dibandingkan yang dulu-dulu sebelum pandemi dan masih dagang di pinggir jalan. Menurunnya sekitar 50 persen," katanya.

    Namun pihak pengelola gedung memberikan dispensasi berupa potongan tarif sewa ruko ukuran 2x2 meter persegi dari semula Rp12 juta per lokal menjadiRp8 juta per lokal. "Diskon (ruko) ini karena pandemi Covid-19," katanya.

    Koordinator Galeri Perupa Pasar Gembrong Baru, Arya, mengatakan mayoritas pedagang mainan di pasar tersebut perlahan telah hengkang sebab lokasi yang dianggap kurang strategis.

    Pada akhir 2019 pria bernama lengkap Karya Indah itu berinisiatif menghidupkan kembali pasar dengan menghadirkan sejumlah seniman.

    "Saya kebetulan punya komunitas seniman, yakni Perkumpulan Seniman Indonesia (Persona). Jumlah perupa yang ada sekitar 80 orang," katanya.

    Mereka rata-rata seniman pahat dan lukis yang datang dari wilayah di Jabodetabek. Pemasaran produk dilakukan secara daring maupun pagelaran pameran di Pasar Gembrong Baru, termasuk saat pandemi Covid-19.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.