Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Lagi, IKAMI: Yang Sebelumnya Tidak Diproses

Permadi Arya atau Abu Janda. twitter.com/permadiaktivis

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) Djudju Purwantoro berharap laporan yang dilayangkan DPP KNPI ke Bareskrim Polri, tanggal 28 Januari 2021, dengan terlapor Permadi Arya alias Abu Janda diproses hingga tuntas oleh penyidik.

Baca:
Bareskrim Segera Periksa Abu Janda Soal Cuitan Islam Agama Arogan

Ia mengaku sempat pesimis karena pada laporan terhadap Abu Janda lainnya tak pernah sampai ada yang tuntas hingga sampai ke meja hijau. 

Djudju mengatakan Abu Janda sudah sering dilaporkan oleh masyarakat karena tidak jera juga berulah melakukan ujaran kebencian, penghinaan, dan atau penistaan terhadap agama Islam melalui media sosial. 

"Tapi faktanya sampai saat ini tidak satu pun laporan polisi tersebut yang ditindaklanjuti atau diproses hukum," kata Djudju saat dihubungi Tempo, Ahad, 31 Januari 2021. 

Salah satu kata-kata Abu Janda yang dilontarkannya melalui media sosial dan memancing kemarahan masyarakat, mengenai teroris yang memiliki agama. "Teroris punya agama dan agamanya adalah Islam," potongan cuitan Abu Janda di media sosial Twitternya. 

Ujaran itu pun berujung pelaporan ke Bareskrim Polri pada 10 Desember 2019 dengan terlapor Abu Janda. Polisi menerima laporan itu dengan nomor LP/B/1037/XII/2019/Bareskrim.

Pada waktu itu juga Abu Janda dilaporkan atas ujaran kebencian berdasarkan SARA, dan penistaan agama diduga melanggar pasal 45A (ayat 2) Jo pasal 28 (ayat 2) UU No. 19 tahun 2016 tentang ITE, dan atau pasal 156 KUHP.

Para saksi sejak akhir bulan Mei 2020 juga sudah diperiksa oleh Bareskrim, namun hingga kini penyelidikan kasus tersebut mandek. 

Djudju berharap dengan terpilihnya Kapolri baru Jenderal Listyo Sigit Prabowo, maka kondisi penegakan hukum dapat lebih adil dan profesional, bagi siapa pun pelanggar hukum di negeri ini. 

Sebelumnya, dalam akun media sosial Twitter, Abu Janda mencuitkan bahwa agama Islam adalah agama yang arogan di Indonesia. Ia mengatakan Islam sebagai agama pendatang dari Arab. 

Berikut cuitan Abu Janda dalam akun @permadiaktivis1.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam, sebagai agama pendatang dari Arab, kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat."

Cuitan itu kemudian memancing kemarahan masyarakat, termasuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi. Susi meminta agar masyarakat tak menanggapi dan memberi panggung kepada tindakan Abu Janda tersebut. 

M JULNIS FIRMANSYAH 






Mengapa Buruk Dampaknya Jika Terbiasa Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain?

1 hari lalu

Mengapa Buruk Dampaknya Jika Terbiasa Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain?

Terus membandingkan diri sendiri dengan orang lain sama saja mengabaikan potensi yang dimiliki


13 Rukun Salat dalam Islam: Ketahui Syarat Wajib dan Syarat Sah

2 hari lalu

13 Rukun Salat dalam Islam: Ketahui Syarat Wajib dan Syarat Sah

Dalam Islam, terdapat 13 rukun salat yang wajib dipenuhi oleh umat muslim. Simak penjelasan beserta syarat wajib dan syarat sah salat.


Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

2 hari lalu

Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Penyidik menetapkan empat tersangka perorangan dalam kasus gagal ginjal akut yang kaitannya dengan korporasi. Kemudian telah dilakukan penahanan.


Tips Membuat Konten Bermutu di Media Sosial

2 hari lalu

Tips Membuat Konten Bermutu di Media Sosial

Para kreator perlu menyajikan konten yang berkualitas dan bernilai karena bisa mempengaruhi kehidupan orang yang melihatnya.


Buzzer Mainkan Isu SARA Jelang Pemilu, Ini Sanksi Pidana untuk Mereka

3 hari lalu

Buzzer Mainkan Isu SARA Jelang Pemilu, Ini Sanksi Pidana untuk Mereka

Bawaslu akan menindak buzzer yang menggunakan isu identitas atau SARA di media sosial. Bila terbukti bersalah akan dikenakan pelanggaran UU ITE


Tips Mengelola Emosi Akibat Konten Adu Domba Buzzer

4 hari lalu

Tips Mengelola Emosi Akibat Konten Adu Domba Buzzer

Jelang tahun politik, psikolog UGM memberikan cara menghindari emosi akibat konten buzzer.


Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

5 hari lalu

Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

Emak-emak di Depok diresahkan dengan maraknya isu penculikan yang merebak melalui group media sosial WhatsApp


Viral Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset oleh Ibunya, Ini Bahayanya

5 hari lalu

Viral Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset oleh Ibunya, Ini Bahayanya

Media sosial dihebohkan dengan aksi ibu yang memaksa bayinya meminum kopi saset. Bisa mengundang bahaya bagi bayi 7 bulan itu.


Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

5 hari lalu

Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

Polsek Cibinong mengimbau orang tua segera melapor ke polisi jika melihat penculikan anak


Australia Selidiki Influencer di Medsos Atas Dugaan Iklan Terselubung

5 hari lalu

Australia Selidiki Influencer di Medsos Atas Dugaan Iklan Terselubung

Australia akan memeriksa apakah influencer di platform media sosial menyembunyikan hubungan mereka dengan merek yang mereka promosikan.