Wali Kota Jakarta Timur Sebut Kedisplinan Warganya Pakai Masker Capai 70 Persen

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas tanpa menggunakan masker di masa PSBB Transisi Jakarta di Pasar Jatinegara, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. Kepatuhan warga dalam mengenakan masker secara benar belum optimal. TEMPO/Subekti.

    Warga beraktivitas tanpa menggunakan masker di masa PSBB Transisi Jakarta di Pasar Jatinegara, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. Kepatuhan warga dalam mengenakan masker secara benar belum optimal. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar menyatakan tingkat kedisiplinan warganya dalam menggunakan masker di tengah pandemi Covid-19 berkisar 70 persen dari total tiga juta lebih populasi di Jakarta Timur.

    "Saya kira tingkat kedisiplinannya (penggunaan masker) sudah sekitar 70 persenlah," katanya di Jakarta Timur, Minggu, 31 Januari 2021.

    Pernyataan itu dikemukakan Anwar saat menghadiri agenda pembagian 10.000 masker di Pasar Balimester Jatinegara yang dihadiri Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Selain itu,  hadir juga Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadhil Imran beserta jajaran.

    Baca juga : Tak Pakai Masker di Pasar Baru Bekasi, 65 Orang Terjaring Razia Satgas Covid-19

    Menurut Anwar Pasar Balimester maupun Pasar Jatinegara merupakan salah satu sentra usaha dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi.

    Anwar mengatakan lokasi dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi justru menimbulkan permasalahan tersendiri bagi aparatur pemerintah dalam menegakkan protokol kesehatan.

    "Terutama di tempat-tempat dengan mobilitas tinggi, itu masalahnya, itu yang paling berat. Pasar di sini, mobilitasnya tinggi, jadi ada 'role model' di Pasar Tanah Abang sama Jatinegara. Anda lihat kan, aktivitas yang luar biasa, mobilitas tinggi, hari libur aja keramaian seperti ini, apalagi di hari-hari kerja. Tentunya Pak Kapolri, Pak Panglima datang ke sini untuk memberikan contoh baik pada masyarakat," katanya.

    Anwar mengatakan sejak Maret 2021 sudah 53 ribu lebih kasus COVID-19 di Jakarta Timur. "Namun yang sembuh sudah 50 ribu lebih juga. Kita tidak berharap sembuhnya banyak, nggak gitu. Kita berharap bisa memutus mata rantai, tapi kan ini jadi ekonomi kita rusak terus, ancaman terus selamanya," katanya.

    Sedangkan untuk tingkat penambahan kasus di Jakarta Timur rata-rata mencapai 300-500 pasien per hari.

    "Kuncinya ada di masyarakat untuk sadar mematuhi protokol kesehatan, Insya Allah kita akan memutuskan mata rantai COVID-19," katanya.

    Sementara itu Manager Area Pasar Jatinegara pada Perumda Pasar Jaya Sion Purba mengatakan total jumlah pedagang di pasar tersebut berkisar 3.000 orang.

    "Untuk kunjungan konsumen per hari bisa sampai 3.000-an juga. Namun selama pandemi ini berkurang hampir 50 persen karena kita menerapkan pembatasan kapasitas tampung 50 persen," katanya.

    Sion menambahkan Panglima dan Kapolri memberikan total 10.000 masker jenis medis berikut 8.000 botol kecil cairan pencuci tangan dan sembako untuk karyawan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.