Pemkot Tangerang Selatan Kebut Pembangunan Zona 2 Rumah Lawan Covid-19, Sebab...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aisyah Alusa (kedua kanan) didampingi para tenaga kesehatan meninggalkan Rumah Lawan COVID-19 tempat dia diisolasi dan dirawat di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, 30 Januari 2021. Siswa kelas 4 di sebuah sekolah dasar di Kota Tangerang Selatan, terkonfirmasi positif Covid-19 lalu dibawa ke Rumah Lawan Covid di Serpong. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Aisyah Alusa (kedua kanan) didampingi para tenaga kesehatan meninggalkan Rumah Lawan COVID-19 tempat dia diisolasi dan dirawat di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, 30 Januari 2021. Siswa kelas 4 di sebuah sekolah dasar di Kota Tangerang Selatan, terkonfirmasi positif Covid-19 lalu dibawa ke Rumah Lawan Covid di Serpong. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Pemerintah kota Tangerang Selatan terus mengejar pembangunan zona 2 Rumah Lawan Covid-19.

    Hal itu guna mempercepat proses penyembuhan bagi pasien gejala ringan dan orang tanpa gejala atau OTG.

    "Sudah bisa dilihat ada 30 sampai 40 persen sudah mulai dibangun mulai dari pondasi untuk menopang tenda glamping yang nantinya akan menampung pasien," kata Koordinator Rumah Lawan Covid-19 Suhara Manulang, Sabtu 30 Januari 2021.

    Menurut Suhara, beberapa cluster dari tenda glamping sudah terlihat pondasinya sehingga bisa dilihat setiap cluster tenda glamping ini memiliki satu sumber air dan dua toilet sistem kontainer.

    Baca juga : Hari Ini 3.491 Kasus Covid-19 Ditemukan Lagi di DKI Jakarta

    "Nanti fasilitas didalam tenda yang pasti tempat tidur dan ada sekatnya, juga ada pendingin udara, mesin cuci, jemuran dan ruang santai. Jadi nanti dibentuk satu lingkungan ada empat tenda dan ada halamannya," ujarnya.

    Secara umum, lanjut Suhara, kebutuhan di zona 2 tenda glamping sama dengan zona 1 yang berada masih satu lingkungan, seperti wifi, televisi tempat menjemur dan menyetrika.

    "Dari segi evakuasi atau respon time selain ada hotline ada juga panic button disetiap kamar, nanti ada tombol yang bisa dipencet oleh pasien dan nanti diruang kontrol ketauan," ungkapnya.

    Suhara juga mengatakan bahwa untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi, pemerintah kota kemudian menambah kapasitas di Rumah Lawan Covid-19 ini.

    "Di zona 1 itu ada 150 tempat tidur, nanti di zona 2 juga 150 tempat tidur, sehingga totalnya nanti disini ada 300 tempat tidur untuk pasien gejala ringan dan tanpa gejala. Kalau gejala sedang dan rumah sakit penuh bisa ke rumah sakit Pakulonan Tangerang Selatan dengan 90 tempat tidur," imbuhnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.