BPBD Kabupaten Lebak Petakan Lagi 14 Kecamatan Masuk Daerah Rawan Longsor

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rezki Pratama. ANTARA

    Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rezki Pratama. ANTARA

    TEMPO.CO, Lebak -Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Lebak, Banten kembali memetakan 14 kecamatan masuk kategori daerah rawan longsor atau pergerakan tanah.

    "Kebanyakan daerah rawan longsor itu berada di perbukitan dan pegunungan, termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGH)," kata Plh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Minggu, 31 Januari 2021.

    Pemetaan daerah rawan becana alam longsor tersebut guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material cukup besar.

    Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak menjadi langganan bencana alam jika memasuki cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

    Baca : BPBD Lebak : 18 Kecamatan di Sekitar Sungai Rawan Longsor

    Dengan pemetaan itu, kata dia, BPBD Lebak bisa melakukan upaya penyelamatan dengan mengoptimalkan kegiatan sosialisasi dan menyebar petugas kebencanaan dan relawan serta penyampaian peringatan dini.

    Pengalaman bencana alam awal tahun 2020 di enam kecamatan di Kabupaten Lebak mengakibatkan sembilan orang dilaporkan meninggal dunia akibat diterjang longsor di Kecamatan Lebakgedong.

    Dimana Kecamatan Lebakgedong itu masuk kawasan kaki gunung TNGHS dan rawan terjadi longsor dan pergerakan tanah.

    "Kami minta warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar meningkatkan waspada pada bulan Januari-Februari 2021 karena berdasarkan BMKG terjadi puncak hujan itu," katanya menjelaskan.

    Ia menyebutkan, ke-14 kecamatan yang dipetakan sebagai daerah rawan longsor tersebar di Kecamatan Bayah, Sobang, Lebakgedong, Cigemblong, Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar dan Cilograng.

    Masyarakat yang tinggal di daerah itu jumlahnya mencapai ribuan kepala keluarga dan mereka setiap tahun dipastikan mengalami bencana longsor.

    Selama ini, curah hujan cenderung meningkatkan di wilayah Kabupaten Lebak dan berpeluang menimbulkan bencana alam. "Kami telah mempersiapkan para relawan yang disebar di daerah itu dengan mempersiapkan peralatan evakuasi guna mengurangi risiko kebencanaan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.