Anies Baswedan Diminta Jelaskan Dana Formula E yang Nganggur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi pebalap Sean Gelael didalam mobil BMW i8 Roadster ketika mengikuti konvoi mobil listrik melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Anies mengatakan bahwa Formula E akan dimanfaatkan untuk ajang kampanye Jakarta sebagai kota bebas emisi. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi pebalap Sean Gelael didalam mobil BMW i8 Roadster ketika mengikuti konvoi mobil listrik melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Anies mengatakan bahwa Formula E akan dimanfaatkan untuk ajang kampanye Jakarta sebagai kota bebas emisi. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali diingatkan untuk menjelaskan kepada publik ihwal dana komitmen atau commitment fee Formula E. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mendorong Anies segera merespons pertanyaan publik.

    "Yang paling tahu nominal dan status keuangannya seperti apa tentu Gubernur, termasuk dengan kabar uang Formula E yang menganggur," kata dia saat dihubungi, Ahad, 31 Januari 2021.

    Dia berpendapat pro dan kontra anggaran Formula E dapat diselesaikan dengan mendengarkan langsung jawaban dari Anies. "Saya terus mendorong Gubernur agar segera menjawab keresahan masyarakat," ucap politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

    Baca juga: DPRD DKI Imbau Anis Baswedan Beri Klarifikasi Anggaran Formula E

    Sebelumnya, balap Formula E direncanakan berlangsung pada 2020. Namun, diundur karena pandemi. DKI Jakarta resmi menjadi tuan rumah ajang balap mobil listrik internasional itu selama lima tahun berturut-turut.

    Pemerintah DKI telah menyetor commitment fee penyelenggaraan Formula E 2020 dan 2021 sebesar Rp 560 miliar. Rinciannya, Rp 360 miliar dibayarkan pada Desember 2019 untuk commitment fee 2020 dan Rp 200 miliar untuk 2021.

    Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI lantas mengkritik pembayaran ini. Anggota PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, mengatakan dana tersebut lebih baik dimanfaatkan untuk menanggulangi wabah Covid-19 yang sedang melanda Ibu Kota.

    Kata JakPro soal biaya komitmen...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.