Soal Ukuran Makam Jenazah Covid-19 Diperkecil, DKI: Nanti Tidak Muat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara lahan pemakaman korban wabah Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Jumat, 22 Januari 2021. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka lahan baru untuk jenazah pasien Covid-19 di tempat pemakaman umum (TPU) Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Foto udara lahan pemakaman korban wabah Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Jumat, 22 Januari 2021. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka lahan baru untuk jenazah pasien Covid-19 di tempat pemakaman umum (TPU) Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar ukuran petak makam jenazah Covid-19 yang akan diperkecil dibantah Dinas Pertamana dan Hutan Kota DKI Jakarta.

    Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Murcahyo mengatakan ukuran petak makam memiliki standar yakni 2,5x1,5 meter persegi.

    "Petak makam itu kan standarnya begitu, enggak bisalah (diperkecil). Nanti enggak muat kalau dikecilkan," kata Ivan seperti dikutip Antara, Senin, 1 Februari 2021.

    Ivan mengaku memang sempat mendengar kabar kalau Pemprov DKI akan memperkecil ukuran petak makam demi menambah kapasitas permakaman untuk jenazah Covid-19.

    Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, kata Ivan, justru berencana mengoptimalkan sarana dan prasarana di TPU untuk menambah kapasitas.

    Baca juga: Siasat Lahan Pemakaman Terbatas untuk Jenazah Pasien Covid-19

    "Paling prasarana seperti jalan, area servis seperti shelter pekerja. Itu bisa kami optimalkan," ujar dia.

    Ivan mengatakan, ukuran petak makam yang diperkecil, bisa mempersulit petugas saat prosesi pemakaman jenazah. Sehingga jika diterapkan, kebijakan tersebut juga berpengaruh ke seluruh petak makam yang ada di tempat pemakaman umum (TPU) dan berpotensi memicu masalah di kemudian hari.

    "Jika petak di sini lebih kecil yang sana lebih besar, yang ada jadi kacau. Bingung nanti, kok petak keluarga saya lebih kecil. Padahal mah enggak," ujar dia.

    Atas dasar hal tersebut, Ivan memastikan upaya optimalisasi lahan tidak akan mengganggu fungsi pelayanan pemakaman.

    "Kalau petak makam tetap, enggak mungkin bisa dikecilkan. Kalau itu dikecilkan, enggak pantas lah saya rasa," kata Ivan.

    Sebelumnya, Pengelola Tempat Pemakaman Umum atau TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, menyebutkan bahwa DKI sempat memutuskan memperkecil ukuran petak makam. Hal ini dilakukan agar lebih banyak jenazah yang dapat dimakamkan.

    Petak diperkecil dari ukuran 2,5x1,5 meter persegi menjadi 1,2x2,2 meter persegi per lubang makam. Penghematan ukuran tersebut dapat menambah jumlah lubang/petak makam untuk jenazah Covid-19.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Megawati Bergelimang Gelar Doktor Honoris Causa walau Tak Tamat Kuliah

    Megawati akan menerima gelar kehormatan dari Universitas Pertahanan. Gelar itu akan melengkapi koleksi gelar Doktor Honoris Causa yang ia terima.