Ketua RT Cerita Pengamanan di Rumah Pelapor Abu Janda Usai Diteror

Permadi Arya alias Abu Janda usai diperiksa Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Yasin, Ketua RT di lingkungan rumah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia atau DPP KNPI Haris Pertama, bercerita soal pengamanan di lingkungannya seusai teror yang dialami Haris pada Ahad lalu. Haris mengklaim mendapat teror seusai melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda karena ujaran bernada rasisme dan dugaan penistaan agama.

"Tidak ada penambahan pengamanan, biasa-biasa saja," ujar Yasin saat dihubungi Tempo, Selasa, 2 Februari 2021. RT tidak menambah jumlah satpam karena keterbatasan kas pengurus. Namun, Yasin mengatakan ada rekan-rekan Haris yang datang seusai peristiwa itu untuk membantu berjaga. 

Baca: Kasus Abu Janda, Ahli Psikologi Forensik: Ada Motif Instrumental

RT memutuskan untuk menggalakkan siskamling. “Sejak kemarin, tidak ada apa-apa,” ujar Yasin. 

Teror pertama terhadap Haris terjadi pada Ahad sore lalu, 31 Januari 2021. Sejumlah orang tak dikenal dengan gelagat aneh menghampiri rumahnya untuk bertanya alamat. Padahal, kata Haris, di depan rumahnya sedang ramai warga sekitar, namun orang misterius itu malah menanyakan alamat dengan masuk ke dalam rumah.  

"Dia maksa masuk, padahal di depan ramai orang yang bisa ditanya alamat," kata Haris. 

Teror berikutnya terjadi saat Haris sedang makan pecel ayam di kawasan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Ahad malam kemarin. Ia mengaku saat itu dua mobil mewah jenis Toyota Fortuner double cabin memantaunya dari kejauhan.

"Ada tiga orang tinggi besar yang turun nyamperin (ke warung pecel lele) dan satu mobil parkir dengan mesin menyala di depan Bakamla," ujar Haris.  

Teror terakhir, kata Haris, terjadi pada dini harinya. Ia mengatakan ada dua mobil yang lewat di depan rumah tanpa tujuan yang jelas. Padahal, menurut Haris, jalan di depan rumahnya hanya satu arah. Sehingga ketika mobil tiba di ujung jalan, pengemudi memutarbalik kendaraan dan melewati rumah Haris kembali. 

Dari pemantauannya, salah satu mobil itu berisi lima orang yang terdiri dari tiga laki-laki berbadan tegap dan dua perempuan tak berjilbab. Ketika ditanya satpam setempat soal tujuan, rombongan mobil itu mengaku hendak menuju Masjid Al Ikhlas. 

"Jam 1 malam ngapain ke masjid? Apa lagi sedang PSBB," kata Haris. 

Haris mengatakan sedang mengumpulkan sejumlah saksi dan barang bukti seperti rekaman CCTV yang merekam tindakan teror itu. Menurut dia, akan ada penjagaan ekstra di depan rumahnya setelah teror itu.  

Abu Janda Dilaporkan DPP KNPI ke Bareskrim Polri pada Kamis, 28 Januari 2021 sehubungan dengan cuitannya di Twitter yang menyebut agama Islam adalah agama yang arogan di Indonesia. Ia mengatakan Islam sebagai agama pendatang dari Arab. 

Berikut cuitan Abu Janda dalam akun @permadiaktivis1 

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam, sebagai agama pendatang dari Arab, kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat."

Cuitan itu memancing kemarahan masyarakat, termasuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi. Susi meminta agar masyarakat tak menanggapi dan memberi panggung kepada tindakan Abu Janda itu. 






Berkas Sudah Tahap II, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba

3 hari lalu

Berkas Sudah Tahap II, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba

Roy Suryo ditahan 20 hari di Rutan Salemba setelah berkasnya selesai tahap II.


Berkas Kasus Roy Suryo Sudah P21, Hari Ini Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Ke Kejaksaan

4 hari lalu

Berkas Kasus Roy Suryo Sudah P21, Hari Ini Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Ke Kejaksaan

Kejaksaan Tinggi Jakarta menyatakan berkas kasus Roy Suryo sudah P21 atau lengkap. Hari ini tersangka dan barang bukti diserahkan ke Kejaksaan.


India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

5 hari lalu

India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

Pemerintah India membekukan kelompok Islam Popular Front of India (PFI) dan afiliasinya karena dinilai terlibat "terorisme"


Profil Yusuf Al Qaradawi, Ulama Kontemporer Asal Mesir yang Meninggal di Usia 96 Tahun

5 hari lalu

Profil Yusuf Al Qaradawi, Ulama Kontemporer Asal Mesir yang Meninggal di Usia 96 Tahun

Yusuf Al Qaradawi meninggal dunia pada Senin, 26 September 2022. Ia dikenal sebagai sosok ulama kontemporer yang ahli dalam bidang hukum Islam.


Inilah Alasan Yusuf Al Qaradawi Kerap Dipenjarakan Rezim Penguasa Mesir

5 hari lalu

Inilah Alasan Yusuf Al Qaradawi Kerap Dipenjarakan Rezim Penguasa Mesir

Yusuf Al Qaradawi dikenal sebagai sosok ulama kontemporer yang berani dan kritis. Aktif terlibat dalam gerakan Ikhwanul Muslimin memuat dirinya kerap dipenjara.


Bakal Fitur Baru Whatsapp Call Links, Simak Kegunaannya

6 hari lalu

Bakal Fitur Baru Whatsapp Call Links, Simak Kegunaannya

Fitur ini berfungsi untuk siapa saja di WhatsApp, bahkan jika mereka tidak ada dalam daftar kontak.


Pengguna iPhone Terus Keluhkan Baterai Boros Sejak Pakai iOS 16

7 hari lalu

Pengguna iPhone Terus Keluhkan Baterai Boros Sejak Pakai iOS 16

Masalah baterai melemah setelah pembaruan perangkat lunak biasanya hanya sementara. Pada iOS 16 sudah bertahan 2 minggu.


Riza Patria Ingin ICMI Fokus Ekonomi, Islam Mayoritas tapi Urusan Ekonomi Jadi Minoritas

7 hari lalu

Riza Patria Ingin ICMI Fokus Ekonomi, Islam Mayoritas tapi Urusan Ekonomi Jadi Minoritas

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendorong umat Islam ikut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional dengan menjadi produsen.


Hadiri Acara ICMI, Riza Patria: BJ Habibie Penyatu Pemerintah dan Umat Islam

8 hari lalu

Hadiri Acara ICMI, Riza Patria: BJ Habibie Penyatu Pemerintah dan Umat Islam

Menurut Riza Patria, BJ Habibie berhasil mengubah paradigma umat Islam dan menghilangkan kerenggangan antara pemerintah dan umat Islam


Wagub DKI Riza Patria Imbau Umat Islam Tak Mudah Terprovokasi

8 hari lalu

Wagub DKI Riza Patria Imbau Umat Islam Tak Mudah Terprovokasi

"Umat Islam sebagai mayoritas jangan gampang terprovokasi. Kami harus sejuk damai, mengalah, dan mau kompromi," kata Wagub DKI Riza Patria