Perpanjangan PSBB DKI, Wagub: Jokowi Sampaikan Hasilnya Belum Memuaskan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan kepada wartawan di Balai Kota DKI, 1 Februari 2021. Tempo/Imam Hamdi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan kepada wartawan di Balai Kota DKI, 1 Februari 2021. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB DKI belum menunjukkan dampak penurunan penularan Covid-19. "Di DKI Jakarta sebagaimana disampaikan Pak Jokowi dalam PPKM kedua memang hasilnya belum memuaskan," kata Riza kepada wartawan di gedung PMI DKI, Selasa, 2 Februari 2021.

    Pemerintah DKI masih terus berupaya mencegah dan menangani Covid-19 dengan berbagai cara. Salah satunya dengan meningkatkan pemeriksaan atau pelacakan dan ruang isolasi hingga unit perawatan intensif (ICU).

    Baca: Dishub DKI Mencatat 3.622 Pelanggaran Berkerumun Opang dan Ojol di PSBB DKI

    Pemerintah pusat memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM se-Jawa dan Bali pada sejak 11 hingga 25 Januari dan diperpanjang hingga 8 Februari 2021. Namun tidak efektif.

    Pemerintah DKI juga sedang berusaha menambah tenaga kesehatan untuk membantu menangani pasien Covid-19 yang terus bertambah. "Perlu terus ditingkatkan disiplin masyarakat untuk terus menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau protokol kesehatan 3M," kata Riza Patria.

    Politikus Gerindra itu juga mendukung Operasi Yustisi protokol kesehatan yang digelar oleh TNI-Polri selama PSBB DKI diberlakukan. "Kami mendukung kegiatan kampung tangguh agar kami bisa mengurangi penyebaran dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto