Blusukan ke RS Rujukan, Anies Baswedan Lihat Jenazah Covid-19 hingga Vaksinasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, berbicara dengan petugas medis saat memantau ruang ICU dari ruang kontrol rumah sakit Cengkareng. Anies juga mengimbau warganya untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Selain itu, ia meminta warga untuk mentaati protokol kesehatan. Facebook/@Anies Baswedan

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, berbicara dengan petugas medis saat memantau ruang ICU dari ruang kontrol rumah sakit Cengkareng. Anies juga mengimbau warganya untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Selain itu, ia meminta warga untuk mentaati protokol kesehatan. Facebook/@Anies Baswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sepekan terakhir blusukan ke beberapa rumah sakit rujukan Covid-19. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu ingin memastikan fasilitas kesehatan DKI siap menghadapi lonjakan pasien Covid-19.

    Anies membagikan kunjungannya ke rumah sakit rujukan di akun instagramnya @aniesbaswesan. Senin malam, 1 Februari 2021, Anies mengunjungi RSUD Jati Padang.

    "RSUD tipe D milik Provinsi DKI Jakarta yang kini dikhususkan seluruhnya untuk merawat pasien COVID-19," tulis Anies di akun instagramnya pada Selasa, 2 Februari 2021.

    RSUD Jati Padang memiliki 7 ICU, dan 56 tempat tidur isolasi. RSUD ini juga memiliki ruang perawatan khusus anak dan ibu hamil yang positif Covid-19. Di sana, Anies mendapatkan keterangan bahwa seluruh tenaga kesehatan telah mendapatkan penyuntikan vaksin Covid-19.

    Baca juga: Sepekan PSBB, Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 Masih Tinggi

    "Sebagian dari mereka adalah tenaga kesehatan profesional dari berbagai daerah di Indonesia yang kami rekrut sejak tahun lalu."

    Selain Rumah Sakit Jati Padang, Anies telah mengunjungi rumah sakit rujukan lainnya. Di RSUD Cengkareng misalnya, Anies menyaksikan jenazah korban Covid-19 telah tertutup kain di tempat tidur perawatannya.

    "Pasien itu baru saja ditutup kain putih. Ikhtiar manusia berhenti di situ. Semua alat dilepas, Ia telah jadi jenazah. Kematian dalam kesendirian, tanpa ada keluarga di sampingnya," tulis Anies pada 24 Januari 2020.

    Dalam keterangan di akun media sosialnya itu, Anies menerangkan menyaksikan momen itu melalui layar televisi di ruang kontrol.

    "Kami menyaksikan dari dekat.Peristiwa itu dekat. Apalagi kain putih itu menutup wajah dan badan orang yang kita kenal. Momen yang tak berjarak."

    Selain itu, Anies juga membagikan kunjungannya ke RSKD Duren Sawit pada 29 Januari 2021. RSKD Duren Sawit adalah salah satu rumah sakit milik Provinsi DKI Jakarta yang dikonversi menjadi RS rujukan Covid-19 sejak Maret tahun lalu.

    Awalnya rumah sakit kelas A ini khusus melayani kesehatan jiwa dan penyalahgunaan narkoba, tahun lalu baru saja tuntas pembangunan gedung barunya.

    "Alhamdulillah, dengan pengalihfungsian RSKD Duren Sawit, kita mendapat tambahan kapasitas perawatan Covid-19 hingga 200 tempat tidur isolasi," ujarnya.

    Dari RSKD Duren Sawit ini juga kita mendapat tambahan kapasitas testing mobile lab PCR dengan kapasitas hingga 200 spesimen per hari. Kemampuan 3T (testing, tracing, treatment) RSKD Duren Sawit didukung sistem informasi manajemen rumah sakit yang mumpuni.

    "Kemarin juga melihat proses vaksinasi tenaga kesehatan di sana, menerima vaksinasi tahap kedua. Kita dorong terus vaksinasi di Jakarta, memperkuat benteng pertahanan terakhir kita."

    Berikutnya Anies mengunjungi RSUD Kramat Jati pada 30 Januari 2021. RSUD Kramat Jati dulunya adalah puskesmas, lalu naik kelas menjadi RSUD tipe D, selesai direnovasi pada akhir 2018. "Alhamdulillah membantu penanganan Covid-19 di tahun 2020."

    Saat ini sudah 63 persen kapasitas RSUD milik Provinsi DKI dikonversi menjadi penanganan khusus Covid-19. Kita akan dorong terus dan juga berkolaborasi dengan RS swasta untuk konversi lebih banyak kapasitasnya utk penanganan Covid-19.

    Sementara itu kapasitas testing kita juga terus meningkat hingga 135.000 orang per minggu (12x standard WHO), dengan 85 persen tes di Jakarta adalah kepada orang suspect, probable dan contact tracing.

    "Peningkatan kapasitas testing juga diiringi dengan peningkatan tenaga contact tracing, tahun lalu kita telah merekrut 1545 tenaga contact tracing," ujar Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.