Giant Margo City Tutup Permanen, Gelar Diskon Besar-Besaran

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Mall Margo City, Depok, Jawa Barat, Kamis, 20 Agustus 2020. Margo City melakukan penutupan sementara selama sepekan mulai 19 Agustus hingga 25 Agustus 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana Mall Margo City, Depok, Jawa Barat, Kamis, 20 Agustus 2020. Margo City melakukan penutupan sementara selama sepekan mulai 19 Agustus hingga 25 Agustus 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Depok - PT Hero Supermarket Tbk bakal menutup permanen gerai Giant di Margo City Mall, Depok pada bulan Maret 2021. 

    Head of Corporate & Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto mengatakan, efek pandemi Covid-19 menjadi alasan penutupan gerai dengan format hypermarket di dalam mal tersebut.

    “Ritel makanan di Indonesia akhir-akhir ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar dan pandemi yang terus berlanjut hingga saat ini. Faktor-faktor ini juga telah berkontribusi pada perubahan perilaku belanja pelanggan di toko,” kata Diky dalam keterangan resminya, Rabu 3 Februari 2021.

    Meski begitu, Hero Supermarket masih berharap agar kondisi itu dapat teratasi sehingga bisnisnya itu bisa bangkit kembali.

    “Kami berharap situasi yang menantang ini akan segera teratasi, agar tetap kompetitif, kami mengembangkan strategi jangka panjang untuk membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan di masa mendatang,” kata Diky.

    Baca juga: Giant Sukmajaya Depok Ditutup Hingga 3 September 2020

    Sebelum melakukan penutupan permanen, Giant Margo City akan menggelar diskon besar-besaran. “Giant Margo City menawarkan berbagai diskon besar-besaran untuk semua produk yang dijual. Namun kami menghimbau kepada pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan dalam toko,” kata Diky.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.