Satgas Covid-19 Sebut Limbah Medis Cemari Teluk Jakarta, Ini Bahayanya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain di antara tumpukan sampah di Teluk Jakarta, kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu, 23 Januari 2021. Penelitian LIPI menemukan, bahwa 16 persen dari limbah yang ada di muara sungai di Teluk Jakarta berupa limbah medis, seperti alat pelindung diri bekas pakai. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Anak-anak bermain di antara tumpukan sampah di Teluk Jakarta, kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu, 23 Januari 2021. Penelitian LIPI menemukan, bahwa 16 persen dari limbah yang ada di muara sungai di Teluk Jakarta berupa limbah medis, seperti alat pelindung diri bekas pakai. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyorot limbah medis yang mencemari Teluk Jakarta. Peneliti dari LIPI, IPB dan UT menemukan limbah masker dan alat perlindungan diri (APD) mencemari kawasan di muara sungai Marunda dan Cilincing menuju Teluk Jakarta.

    "Berdasarkan data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa limbah APD (masker medis, sarung tangan,
    hazmat, jas hujan dan face shield) mengalami peningkatan yang signifikan," demikian laporan tertulis Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Satgas Covid-19, Rabu, 3 Februari 2021.

    Kelalaian pengelolaan sampah medis dapat menyebabkan penularan Covid-19, misalnya melalui kontak dengan masker bekas pasien Covid-19. APD bekas pakai maupun alat medis bekas pakai bisa menjadi sarana penularan Covid-19. Sebab jangka waktu virus bertahan bisa cukup lama mencapai empat hari saat menempel di permukaan kaca.

    Satgas Covid-19 berencana membuat gerakan peduli limbah masker di masyarakat. Gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah medis yang dihasilkan masyarakat.

    "Gerakan ini akan diselenggarakan pada tanggal 21 Februari 2021, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. Berlokasi di Rusunawa Marunda," tulis laporan Satgas Cobid-19.

    Berdasarkan catatan Satgas Covid-19, ditemukan 1,94 kg sampah masker medis di Muara Cilincing pada Maret tahun lalu. Jumlah temuan meningkat di bulan selanjutnya mencapai 2,16 kg.

    Baca juga: Selama Pandemi, Sampah Medis di Jakarta Tercatat 12.785 Ton

    Temuan limbah medis berupa masker bekas di Muara Marunda lebih banyak lagi. Pada Maret tahun lalu ditemukan 2,29 kg dan temuan naik menjadi 6,28 kg di April 2020. Temuan limbah APD lainnya juga semakin banyak ditemukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.