Waspadai Hujan Disertai Kilat di Jakarta Antara Sore dan Malam Hari

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mendung di Jakarta. Dok.TEMPO

    Ilustrasi mendung di Jakarta. Dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai hujan disertai kilat berdurasi singkat di sebagian wilayah Jakarta antara sore dan malam hari Kamis, 4 Februari 2021.

    "Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Timur antara sore dan malam hari." Demikian pernyataan peringatan dini yang dilansir dari laman BMKG, hari ini.

    Baca: Antisipasi Tanah Bergerak, Warga Lebak Siap Siaga di Pos BPBD

    Cuaca pada pagi hari untuk wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu diperkirakan berawan. Sedangkan wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur hujan ringan.

    Pada siang hari, Jakarta Selatan diperkirakan hujan disertai petir. Untuk wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur diprakirakan hujan ringan. Sedangkan wilayah Jakarta Barat hujan berskala sedang, dan Kepulauan Seribu berawan.

    Malam hari, hujan turun berskala ringan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu. Sedangkan wilayah lainnya hujan berskala sedang.

    Suhu udara diperkirakan berkisar 23-31 derajat Celcius yang meliputi seluruh wilayah di Jakarta dengan tingkat kelembapan udara diperkirakan 80 persen hingga 100 persen.

    BMKG juga memperkirakan cuaca di wilayah Kota Bogor dan Depok hujan berskala ringan hingga sedang pada pagi hingga malam hari.

    Hujan di wilayah Bogor mempengaruhi debit Bendung Katulampa yang melintas melalui Kali Ciliwung menuju Jakarta, sedangkan hujan di Depok berkontribusi pada peningkatan debit di hulu Kali Sunter.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.