Percobaan Penusukan Imam Masjid di Depok, Pelaku Masih Diperiksa Kejiwaannya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penusukan. shutterstock.com

    Ilustrasi Penusukan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polsek Cimanggis Komisaris Agus Khoeron mengatakan masih menunggu hasil cek kejiwaan Sulaiman, tersangka pelaku percobaan penusukan  imam masjid di Cimanggis, Depok, Prinadi. Kondisi kejiwaan Sulaiman dicek karena saat diinterogasi tak bisa menjawab pertanyaan polisi dengan baik. 

    "Kami masih tunggu hasil pemeriksaannya, karena observasinya membutuhkan waktu 14 hari," ujar Agus saat dihubungi Tempo, Kamis, 4 Februari 2021.

    Baca: Percobaan Penusukan Imam Masjid di Depok Gagal karena Pelaku Terpeleset

    Selama proses observasi berlangsung, Sulaiman ditahan oleh pihak Rumah Sakit atau RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Setelah hasil tes kejiwaan keluar, polisi baru akan menentukan langkah selanjutnya dalam pengusutan kasus ini.

    "Kami tunggu pemeriksaan dari ahli dulu," kata Agus.

    Percobaan penusukan terhadap Prinadi terjadi pada Kamis subuh pekan lalu, 28 Januari 2021. Beruntung hal itu tak terjadi karena pelaku terpeleset sebelum menusuk korban.

    Imam masjid itu sedang mengaji ketika menunggu datang waktu salat subuh. Sulaiman menghampiri dari belakang. “Tapi dia terjatuh waktu mengangkat senjatanya," ujar Agus. 

    Tak lama setelah pelaku jatuh bersama pisaunya, korban segera lari ke arah anaknya yang berada di depan masjid. Pelaku segera ditangkap oleh warga sekitar. "Warga langsung geger," kata Agus. 

    Pelaku yang saat itu belum diketahui identitasnya itu segera dilaporkan warga ke polisi. Polisi yang datang ke lokasi segera membawa pelaku percobaan penusukan imam masjid itu ke Polsek Cimanggis. Polisi kini sedang memeriksakan kejiwaan Sulaiman ke psikiater untuk mengetahui waras atau tidaknya. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.