Kendalikan Banjir, Jakarta Pusat Siapkan Kolam Retensi di Jalan Suprapto

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Taman Piknik di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Taman ini dilengkapi dengan kolam retensi dan bioswale (penyaring polutan) sebagai tempat pengendalian air. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Foto udara Taman Piknik di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Taman ini dilengkapi dengan kolam retensi dan bioswale (penyaring polutan) sebagai tempat pengendalian air. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Pusat mempersiapkan pembuatan dua kolam retensi di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih untuk menambah kapasitas pengendalian banjir di kawasan itu. "

    Di sini sering ada genangan. Harapannya kalau ada hujan, nanti airnya masuk ke kolam retensi dulu. Baru nanti bisa dipompa ke kali di sini. Kali Utan Kayu," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat Glen Santista saat ditemui di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021.

    Dua buah kolam retensi itu direncanakan akan dibuat dengan luas masing-masing sebesar 500 meter persegi.

    Baca: Cegah Banjir, DKI Bangun Kolam Retensi di Jalan Kompleks PT Komatsu Indonesia

    Sedikit berbeda dengan pembuatan kolam retensi yang biasanya berbentuk persegi panjang, untuk kolam retensi di Jalan Letjen Suprapto itu rencananya akan diberi taman untuk fungsi estetika. "Kami berkolaborasi dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat.”
     
    Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Mila Ananda mengharapkan taman kreatif itu bisa menampung pohon-pohon yang saat ini masih tertanam di area kolam retensi. "Sebisa mungkin jangan banyak penebangan pohon, kalau benar-benar terpaksa baru dilakukan.” Relokasi adalah prioritas utama.

    Pengerjaan kolam retensi di Jalan Letjen Suprapto itu dipastikan berasal dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.