Wagub Jabar Sebut Asrama Haji Bekasi Siap Jadi Lokasi Isolasi Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan salah satu kamar di area Gedung Mina E, Asrama Haji Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 8 Desember 2020. Kementerian Agama Republik Indonesia berencana menjadikan Asrama Haji Bekasi sebagai Rumah Sakit Darurat (RSD) untuk percepatan penanganan Covid-19. Gedung yang rencananya dipakai sebagai RSD yakni Gedung Mina D dan E dengan kapasitas 85 kamar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas membersihkan salah satu kamar di area Gedung Mina E, Asrama Haji Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 8 Desember 2020. Kementerian Agama Republik Indonesia berencana menjadikan Asrama Haji Bekasi sebagai Rumah Sakit Darurat (RSD) untuk percepatan penanganan Covid-19. Gedung yang rencananya dipakai sebagai RSD yakni Gedung Mina D dan E dengan kapasitas 85 kamar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan Asrama Haji Embarkasi Kota Bekasi sudah siap untuk dijadikan lokasi isolasi bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan.

    "Hari ini saya meninjau kesiapan Gedung Asrama Haji Embarkasi Bekasi untuk dijadikan tempat isolasi mereka yang terpapar Covid-19," kata Uu di Bekasi, Kamis 4 Februari 2021.

    Berdasarkan hasil peninjauan itu , Kang Uu - panggilan karib Wagub Jabar - menilai Asrama Haji Embarkasi Bekasi memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Setiap kamar terdiri atas dua tempat tidur dengan ventilasi yang baik.

    Ia menjelaskan tiga gedung Asrama Haji Embarkasi Bekasi yang akan digunakan sebagai pusat isolasi pasien Covid-19. Gedung Mina E yang terdiri dari 75 kamar dengan masing-masing terdiri dari dua tempat tidur akan digunakan sebagai ruang isolasi.

    Demikian juga dengan Gedung D yang terdiri atas 30 kamar tidur dengan dua tempat tidur. Jika ditotalkan, kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 mencapai 210 tempat tidur.

    Baca juga: 200 Tenaga Kesehatan Ditugaskan di RS Darurat Covid-19 Asrama Haji Bekasi

    Sedangkan Gedung Mina C yang terdiri dari 40 kamar akan digunakan untuk tenaga kesehatan atau nakes yang bertugas.

    Uu berharap dengan menyiapkan Asrama Haji Embarkasi Bekasi sebagai pusat isolasi pasien Covid-19, keterisian rumah sakit rujukan di Kota Bekasi dapat menurun.

    "Saya menyatakan Asrama Haji Embarkasi Bekasi ini sangat layak untuk dipakai. Sekalipun ini di wilayah Jabar. Tapi kalau ada masyarakat luar Jabar, kita masih menerima. Karena kita ini NKRI," katanya.

    Ia mengucapkan terima kasih kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jabar yang telah berkontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan menyediakan sarana untuk dimanfaatkan sebagai pusat isolasi.

    Selain itu, Kang Uu mengimbau kepada masyarakat Jabar, khususnya warga Kota Bekasi, untuk terus meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabut, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

    "Tidak henti kami mengingatkan perketat melaksanakan protokol kesehatan," kata Uu Ruzhanul Ulum.

    Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Bekasi Dede Saiful Uyun mengatakan bahwa Asrama Haji Embarkasi Bekasi sudah sangat siap dimanfaatkan sebagai pusat isolasi pasien Covid-19. "Mudah-mudahan apa yang telah kita rencanakan dan persiapkan bisa menjadi salah satu aspek untuk mempercepat penanganan Covid-19," kata Dede.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.