FPI Dituding Ikut Mendukung JAD dan ISIS, Munarman: Beda Manhaj

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara FPI Munarman berbicara dalam sidang pendahuluan UU Ormas di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 15 Januari 2018. Dalam sidang tersebut, Munawarman menyampaikan, lima poin petitum atau hal yang diminta kepada hakim untuk dikabulkan dikarenakan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD NKRI). TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Juru Bicara FPI Munarman berbicara dalam sidang pendahuluan UU Ormas di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 15 Januari 2018. Dalam sidang tersebut, Munawarman menyampaikan, lima poin petitum atau hal yang diminta kepada hakim untuk dikabulkan dikarenakan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD NKRI). TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks Sekretaris Umum DPP FPI Munarman membantah bahwa dirinya dan FPI mendukung kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan ISIS. Tudingan itu ramai dialamatkan ke Munarman dan organisasi yang telah dibubarkan pemerintah itu setelah viral video pengakuan seorang terduga teroris di media sosial.

    Dalam video itu, terduga teroris yang ditangkap di Makassar, Ahmad Aulia mengaku sebagai anggota FPI. Ia pun mengungkapkan saat proses baiatnya ke JAD disaksikan oleh Munarman.

    Munarman pun membantah tudingan tersebut. "Kami beda manhaj," ujar Munarman saat dihubungi Tempo, Kamis, 4 Februari 2021.

    Baca juga: Disebut dalam Video Terduga Teroris, Munarman: Gak Kenal Saya

    Adapun yang dimaksud Munarman dengan manhaj adalah metodologi dalam memahami ajaran agama Islam. Perbedaan manhaj seperti yang Munarman klaim, artinya ada perbedaan sanad atau rentetan rawi hadis sampai ke Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam antara dirinya dan kelompok JAD.

    Soal klaim Ahmad Aulia yang mengaku proses baiat dengan JAD disaksikan olehnya, Munarman enggan menjawab. "Gak kenal saya," kata dia.

    Munarman menjelaskan, berdasarkan keterangan mantan Sekretaris FPI Sulawesi Selatan Agus Salim Syam, para terduga teroris itu bukan anggota aktif FPI. Ke-19 orang itu, kata dia, memang pernah tergabung dalam FPI, namun tidak pernah terdaftar sebagai anggota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.