Hujan Deras, Tanah Longsor Rusak Rumah Warga di Pejaten Timur Tadi Malam

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi longsor. shutterstock.com

    Ilustrasi longsor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah rumah warga di tepi sungai Jalan Swadaya, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, rusak akibat  longsor pada Kamis malam, 4 Februari 2021 pukul 20.15 WIB saat hujan turun deras. "Longsor menimpa rumah Rojali, merobohkan bagian dapur dan kamar mandi," kata Kepala Regu Grup C Pos Swadaya Pejaten Timur, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Ahmad Sani, Jumat, 5 Februari 2021.

    Pemilik rumah bersama seluruh keluarganya berhasil menyelamatkan diri keluar dari rumah saat bangunan belakang rumahnya roboh.

    Baca: BPBD Kabupaten Lebak Petakan Lagi 14 Kecamatan Masuk Daerah Rawan Longsor

    Pada saat kejadian, pemilik rumah mendengar suara gemuruh pada bagian belakang rumahnya. Posisi rumah berada di pinggir tebing dekat dengan Kali Ciliwung. Tanahnya pun labil.

    Saat ini, bagian belakang rumah itu tercebur ke dasar sungai. Sedangkan bagian depan rumah yang terdiri dari ruang tamu dan kamar depan masih aman, tetapi pemilik rumah mengungsi untuk mengantisipasi longsor susulan. "Pak Rojali mengungsi sementara ke rumah tetangganya," kata Sani.

    Siang hari, pemilik sudah punya firasat bagian belakang rumahnya bakal roboh. Firasat  itu rupanya menjadi kenyataan. “Beruntung pemilik dan penghuni lain lari keluar, sehingga tidak ada korban jiwa," kata Sani.

    Menurut Sani, pagi ini petugas Pekerja Penyedia Sarana Prasarana Umum (PPSU) Kelurahan Pejaten Timur membantu membersihkan puing-puing bangunan yang roboh akibat longsor.

    Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di Jalan Sharin, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, pada Rabu malam, 3 Februari. Longsor merusak penyangga turap hingga menutup aliran anak sungai di wilayah itu.

    Suku Dinas Sumber Daya Air membutuhkan waktu dua pekan untuk memperbaiki turap yang roboh karena longsor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.