Anies Baswedan Pahlawan Versi TUMI, Pengamat Sebut Masih Ada 4 PR Transportasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) berbincang bersama Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Kawasan Berorientasi Transit (TOD) ini didukung oleh sektor transportasi umum terintegrasi di bawah Jak Lingko. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) berbincang bersama Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Kawasan Berorientasi Transit (TOD) ini didukung oleh sektor transportasi umum terintegrasi di bawah Jak Lingko. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan masih ada beberapa pekerjaan rumah Gubernur Anies Baswedan untuk mengembangkan transportasi di Jakarta.

    Pernyataan ini merespons terpilihnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai salah satu 21 Heroes 2021 di bidang transportasi versi Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI).

    Djoko memaparkan empat tugas yang harus dikerjakan Anies dan jajarannya di sektor transportasi. Pertama soal pembangunan jalur sepeda. Menurut dia, pemerintah DKI perlu memastikan faktor keamanan dan kenyamanan ketika masyarakat menggunakan jalur sepeda eksisting.

    "Sekarang jalur sepeda tidak berkeselamatan, ini yang masih menjadi PR DKI Jakarta, yang artinya belum selesai," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 6 Februari 2021.

    Baca juga : Disebut Dukung Anies Baswedan di Pilkada DKI, Ketua Fraksi PDIP: Kewenangan Ibu

    Kedua adalah akusisi trotoar oleh pedagang kaki lima (PKL). Djoko mengkritik trotoar di kawasan Stasiun Tanah Abang yang sudah ditata kemudian ditempati oleh para pedagang. Pemerintah DKI justru mengizinkan pedagang membuka lapaknya di trotoar.

    Ketiga, semrawutnya ojek online di Ibu Kota. Dia menyayangkan keputusan Anies yang mencabut larangan sepeda motor mengakses jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. "Padahal, ini baik sekali," ucap dia.

    Keempat, Djoko menganggap, kebijakan ganjil genap kendaraan roda empat tak signifikan mengatasi kemacetan di Jakarta. Sebab, dia menduga, warga cenderung membeli kendaraan baru dengan pelat nomor yang berbeda. Selain itu, beberapa orang justru memalsukan pelat nomor.

    "Kebijakan pelat kendaraan bermotor Ganjil Genap yang sudah berjalan dapat segera digantikan dengan kebijakan jalan berbayar (electronic road pricing atau ERP)," jelas dia.

    Walau begitu, Djoko mengatakan, transportasi di Ibu Kota mengalami perbaikan dalam lima tahun terakhir termasuk di bawah Gubernur Anies Baswedan. Menurut dia, keberhasilan Jakarta menata transportasi dapat dicontoh kepala daerah lain di Indonesia.

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.