Pengamat: Evaluasi Dulu Penggunaan Jalur Sepeda yang Sudah Ada

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bersepeda di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad pagi, 1 November 2020. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo segera menyiagakan personel patroli di jalur-jalur sepeda untuk mencegah kasus begal dan penjambretan yang menyasar pesepeda di Ibu Kota. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga bersepeda di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad pagi, 1 November 2020. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo segera menyiagakan personel patroli di jalur-jalur sepeda untuk mencegah kasus begal dan penjambretan yang menyasar pesepeda di Ibu Kota. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menyarankan evaluasi penggunaan jalur sepeda yang sudah ada seiring dengan rencana Pemerintah DKI Jakarta membangun jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin. "Apakah sudah berfungsi baik? Sudah banyak dilalui pesepeda atau sepi atau tidak ada yang lewat?" kata Nirwono, Sabtu, 7 Februari 2021. Terutama mengevaluasi jalur sepeda yang telah dibangun sepanjang 63 kilometer.

    Menurut Nirwono, jalur sepeda yang sudah terbangun belum banyak digunakan pesepeda dan tidak berhasil menarik warga DKI untuk beralih ke sepeda sebagai alat transportasi jarak dekat dalam kota. “Jadi, tidak sekedar membangun jalur sepeda."

    Baca: DKI Bangun Jalur Sepeda Permanen 11,2 Kilometer di Jalan Sudirman-Thamrin

    Nirwono menyarankan Gubernur Anies Baswedan mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai angkutan alternatif ketimbang tiba-tiba membangun jalur sepeda secara permanen. "Fokus pada mendorong warga atau masyarakat untuk lebih banyak lagi bersepeda sebagai alat transportasi harian.”

    Nirwono mengingatkan Anies bijak menggunakan anggaran Pemerintah DKI Jakarta termasuk rencana membangun jalur sepeda secara permanen di Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

    Pembangunan jalur sepeda saat ini, kata dia, bukan kebutuhan mendesak. Apalagi Anies sudah mengimbau warganya agar berdiam diri di rumah di masa pandemi COVID-19.

    Di tengah pandemi yang masih tinggi di Jakarta dan keuangan yang sangat terbatas, sebaiknya semua sumber dana baik APBD maupun CSR hingga kompensasi KLB diprioritaskan untuk penanganan COVID-19. "Begitu pula dengan rencana pembangunan jalur sepeda permanen, saat ini belum begitu mendesak," kata Nirwono.

    Sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan membangun jalur sepeda di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat secara permanen. Saat ini, jalur sepeda di sepanjang jalan ini memang masih bersifat sementara karena hanya dipasang pembatas untuk memisahkan lajur sepeda dan kendaraan bermotor.

    Rencana pembangunan permanen jalur sepeda itu merupakan implementasi kebijakan transportasi untuk prioritas penanganan kendaraan tidak bermotor. "Dan respons atas meningkatnya jumlah pesepeda di DKI Jakarta," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.