Kasus Covid-19 Melonjak, DKI: Klaster Keluarga dan Komunitas Mendominasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mencatat klaster keluarga dalam kasus Covid-19 terus meningkat setiap pekannya.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia berujar, penularan virus Corona di keluarga dan komunitas kini mendominasi.

    "Penularan di keluarga dan komunitas mendominasi, karena persentase warga keluar rumah menurun menjadi 52 persen, kendati demikian kasus tetap tinggi," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 7 Februari 2021.

    Baca juga: Rekor Tertinggi Selama Wabah, Jakarta Tambah 4.213 Kasus Covid-19 Baru

    Dinas Kesehatan DKI mencatat ada 612 klaster keluarga dengan 1.643 kasus positif Covid-19 untuk periode 3-31 Januari 2021. Menurut Dwi, pasien ini mayoritas berasal dari luar Ibu Kota.

    "Mayoritas berasal dari Jabar (Jawa Barat), Jateng (Jawa Tengah), Jatim (Jawa Timur). DIY (Yogyakarta), dan Banten," ujar dia.

    Dalam situs corona.jakarta.go.id tercantum penambahan pasien sepanjang Januari 2021 rata-rata 2-3 ribu orang per harinya. Hari ini tambahan pasien baru tembus angka tertinggi selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia, yakni 4.213 orang.

    Kasus Covid-19 Jakarta secara total kini mencapai 293.825. Rinciannya, 23.869 orang masih dirawat atau menjalani isolasi, 4.587 meninggal, dan 265.369 sembuh. Persentase kematian tercatat 1,6 persen dan kesembuhan 90,3 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Pemerintah Di Balik Harga Tes PCR Di Bandara

    Sejumlah alasan membuat pemerintah kembali menurunkan harga RT - PCR. Tempo mengumpulkan sejumlah fakta di balik naik-turun harga tes itu.