Ciliwung Meluap, Permukiman di Kebon Pala Terendam Banjir 1 Meter Lebih

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BPBD DKI Jakarta mengevakuasi korban banjir di RT11 RW05 Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, menggunakan perahu karet, Minggu (7/2/2021). Banjir terjadi akibat luapan Kali Ciliwung. (ANTARA/HO-BPBD DKI).

    Petugas BPBD DKI Jakarta mengevakuasi korban banjir di RT11 RW05 Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, menggunakan perahu karet, Minggu (7/2/2021). Banjir terjadi akibat luapan Kali Ciliwung. (ANTARA/HO-BPBD DKI).

    TEMPO.CO, JakartaBanjir merendam permukiman warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur pada Ahad, 7 Februari 2021. Banjir akibat luapan Sungai Ciliwung itu setinggi satu meter lebih.

    "Banjir di sini kiriman dari Kali Ciliwung. Ketinggian sore ini sekitar 130 sentimeter," kata Petugas Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) DKI Jakarta Yodi DD saat melakukan evakuasi korban banjir di RW05 Kebon Pala.

    Sejumlah petugas gabungan telah disiagakan di lokasi banjir di antaranya BPBD DKI bersama petugas dari Polairud untuk mengevakuasi korban banjir menggunakan perahu karet.

    Baca juga: Banjir Terjang Pejaten Timur, Lurah: Lagi Evakuasi

    ADVERTISEMENT

    Korban banjir yang dievakuasi mayoritas anak-anak dan manula. Mereka dibawa menuju lokasi pengungsian di aula kantor kelurahan dan sekolahan di wilayah setempat.

    Yodi mengatakan banjir di Kebon Pala terjadi akibat luapan Kali Ciliwung yang merupakan kiriman air dari Katulampa, Bogor, Jawa Barat. Seperti diketahui ketinggian air di Bendung Katulampa pada pagi hari tadi mencapai 130 cm atau Siaga 3.

    Lurah Kebon Kampung Melayu Setiyawan mengatakan banjir kali ini merupakan kali kedua terjadi sejak Jumat, 5 Februari 2021.

    "Terdapat sekitar 817 warga di RW04, RW05, RW07 dan RW08 Kebon Pala yang kini terdampak banjir," katanya.

    Pihaknya telah mengarahkan petugas terkait untuk mengevakuasi warga Kebon Pala menuju lokasi pengungsian sementara. Sebab mayoritas korban banjir hingga saat ini memilih bertahan di lantai dua rumah mereka.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?