BPBD DKI: Waspada Banjir, Pos Pantau Sunter Hulu Siaga 2

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenda khusus pengungsi banjir yang terpapar Covid-19 milik BPBD DKI Jakarta ditampilkan saat apel di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu, 4 November 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Tenda khusus pengungsi banjir yang terpapar Covid-19 milik BPBD DKI Jakarta ditampilkan saat apel di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu, 4 November 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI meminta warga di bantaran sungai untuk mewaspadai banjir seiring meningkatnya ketinggian air di pos pantau Sunter Hulu yang kini berstatus Siaga 2.

    "Pada pukul 03.00 WIB, ketinggian pos pantau Sunter Hulu 240 cm atau dalam status Siaga 2. Diimbau kepada masyarakat bantaran sungai agar waspada terhadap bahaya banjir," ujar seorang petugas seperti diunggah dalam akun Twitter resmi BPBD DKI, Senin, 8 Februari 2021.

    Baca juga: Bendung Katulampa Siaga III, Air Sampai di Pintu Air Manggarai Dalam 6 - 9 Jam

    Wilayah yang diminta untuk mewaspadai banjir adalah Bambu Apus, Cilangkap, Pondok Ranggon, Setu, Lubang Buaya, Pondok Bambu, Pondok Kelapa, Cipinang, Cipinang Melayu, Cipinang Muara, Duren Sawit, Jatinegara Kaum, Kayu Putih, Pulogadung, Sumur Batu, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading Timur, Kebon Bawang, Rawa Badak Selatan, Rawa Badak Utara, dan Sungai Bambu.

    Selain pos Sunter Hulu, beberapa pintu air juga dikabarkan mengalami kenaikan tinggi muka air. Pintu Air Manggarai saat ini berstatus Siaga 3 dengan ketinggian 775 cm, Pintu Air Karet juga dalam kondisi Siaga 3 dengan ketinggian 510 cm. Sedangkan yang berstatus Siaga 2 adalah pintu air Pasar Ikan, Cipinang Hulu, dan Sunter Hulu.

    Sebelumnya, luapan Sungai Ciliwung merendam kawasan sepanjang bantaran Sungai Ciliwung. Wilayah yang terdampak banjir adalah Pejaten Timur, Jakarta Selatan dan Kebon Pala, Jakarta Timur dengan ketinggian hingga 1,5 meter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.