Genangan Air di Bungur Raya, Suku Dinas SDA: Akibat Luapan Kali Ciliwung Lama

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil melintasi genangan air. (MMKSI)

    Ilustrasi mobil melintasi genangan air. (MMKSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat Ahmad Saiful mengatakan genangan air di Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, di dekat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terjadi akibat luapan Kali Ciliwung Lama, bukan berasal dari hujan yang mengguyur Ibu Kota Jakarta pada Senin pagi, 8 Februari 2021. "Genangan di kawasan Gunung Sahari atau tepatnya di Jalan Bungur itu bukan karena hujan tadi pagi, tapi memang karena luapan Kali Ciliwung Lama," kata Saiful saat dihubungi, Senin.

    Tadi malam, status ketinggian muka air di Pintu Air Manggarai Siaga 3. “Nah itu dibuka, biar airnya lewat Kali Ciliwung Lama dekat sini. Ini dia meluap.”

    Baca: Hujan Dini Hari Senin Munculkan Genangan Air di Sejumlah Jalan Jakarta

    Hingga siang ini, 100 petugas dikerahkan di kawasan  yang masih tergenang air setinggi 20 sentimeter itu. "Agar akses warga tidak terkendala, kendaraan masih bisa lewat," ujar Saiful.

    Ada 12 pompa yang terdiri dari 7 pompa apung berkapasitas 150 liter per detik serta 5 pompa mobile berkapasitas 400 liter per detik yang disebar agar genangan segera surut. “Untungnya genangan ini tidak sampai ke permukiman warga di daerah Bungur dan Angkasa.”

    Penduduk di wilayah itu biasanya kebanjiran setiap ada hujan besar. “Saat ini aman."

    Saiful mengatakan genangan air itu diharapkan dapat surut sekitar 3 jam ke depan sehingga akses warga tidak terganggu. "Kami usahakan 2-3 jam lagi ini sudah surut."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.