Zona Emisi Rendah di Kota Tua, Transjakarta Modifikasi 2 Rute Mikrotrans

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menutup Jl. Lapangan Stasiun menuju kawasan Kota Tua, Jakarta, Senin, 8 Februari 2021. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan kebijakan kawasan rendah emisi atau low emission zone (LEZ) di area Kota Tua. TEMPO/Subekti.

    Petugas menutup Jl. Lapangan Stasiun menuju kawasan Kota Tua, Jakarta, Senin, 8 Februari 2021. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan kebijakan kawasan rendah emisi atau low emission zone (LEZ) di area Kota Tua. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Transjakarta memodifikasi dua rute layanan mikrotrans karena penerapan sistem zona rendah emisi atau low-emission zone (LEZ) di Kota Tua, Jakarta Barat. Direktur Operasional PT Transjakarta Prasetia Budi menyebut modifikasi itu dilakukan agar mobilitas masyarakat yang memanfaatkan rute tersebut dapat tetap dilayani dengan baik.

    Berikut adalah rincian modifikasi rute Mikrotrans karena zona emisi rendah di Kota Tua tersebut:

    1. Tanah Abang – Kota (JAK 10)
    dilakukan pengalihan jalur untuk rute ke arah Kota. Sementara rute arah sebaliknya normal.

    Dari Tanah Abang - Setelah lampu merah Kota lurus ke Jl. Asemka - Belok kanan ke Jl. pintu kecil – Jl. Roa Malaka Selatan - Lurus ke Jl. Roa Malaka Utara – Jl. Kali Besar Barat – kembali jalur normal.

    2.Tanah Abang – Jembatan Lima (Jak 13)
    Dilakukan pengalihan rute untuk di kedua arah.
    -Arah Tanah Abang
    Jembatan Lima - setelah lampu Kota belok kanan ke Jl. Asemka - Belok kanan ke Jl. Pintu Kecil - Belok kiri ke Jl. Kopi – kembali ke jalur normal.

    -Arah Jembatan Lima
    Tanah Abang - setelah Jl. Pintu Kecil - lanjut ke Jl. Roa Malaka Selatan - lurus hingga Jl. Roa Malaka Utara - lanjut Jl. Kalibesar Barat – kembali ke jalur normal.

    Adapun bus stop yang tidak dilewati oleh kedua rute di atas, kata Prasetia, adalah bus stop Bank BNI, Jembatan, dan Kali Besar Barat.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan Low-Emission Zone (LEZ) diterapkan secara permanen di Kota Tua Jakarta mulai hari ini. Masa uji coba yang berlangsung sejak 18 Desember 2020 telah berakhir.

    Pada pemberlakuan Low-Emission Zone, kendaraan yang boleh melintasi kawasan tersebut hanyalah kendaraan berstiker khusus lulus uji emisi. Pejalan kaki, pesepeda, dan angkutan umum Transjakarta juga diizinkan.

    Pengecualian, kata Syafrin, hanya diberikan kepada kendaraan tertentu yang operasionalnya tidak dapat digantikan. Sedangkan bongkar muat logistik akan dipusatkan di Jalan Kalibesar Timur sisi selatan tanpa pembatasan waktu.

    Baca juga: Keluhan Karyawan di Kawasan Kota Tua Soal Penerapan Zona Emisi Rendah

    Penerapan Low-Emission Zone di Kota Tua berlaku selama 24 jam. Area penerapan LEZ tahap dua ini meliputi Jalan Pintu Besar Utara-Jalan Kalibesar Barat sisi Selatan-Jalan Kunir sisi Selatan-Jalan Kemukus-Jalan Ketumbar-Jalan Lada.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.