Bentrokan Hampir Pecah Antara Ormas PP dan Kelompok Ambon di Lenteng Agung

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bentrokan. shutterstock

    Ilustrasi bentrokan. shutterstock

    TEMPO.CO, JakartaBentrokan antar organisasi masyarakat atau Ormas hampir kembali pecah di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Senin sore sekitar pukul 16.30 WIB. Jika sebelumnya bentrokan terjadi antar ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR), kini bentrokan terjadi antara PP dengan organisasi pemuda Indonesia Timur.

    "Bentrok antara ormas PP dan masyarakat versus sekelompok orang diduga dari komunitas Ambon," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Jimmy Christian Samma saat dihubungi, Senin, 8 Februari 2021.

    Tak seperti bentrokan sebelumnya, kali ini polisi menangkap sejumlah orang yang terlibat dalam peristiwa di Lenteng Agung tersebut. Jimmy mengatakan orang yang ditangkap berasal dari kedua belah pihak.

    "Ada 13 yang diamankan, PP tiga orang dan komunitas Ambon 10 orang," kata Jimmy.

    Baca juga: Kronologi Bentrokan FBR dan Pemuda Pancasila di Lenteng Agung

    Mengenai kronologi hampir terjadinya bentrokan tersebut, Jimmy menjelaksan awalnya kedua kubu berselisih soal tanah. Dia menyebut saat ini kasus sengketa tanah itu masih berproses di pengadilan perdata. "Ribut itu masalah tanah di sana. Biar nggak pecah aja kami amankan, kami bawa ke sini," ujar Jimmy.

    Jimmy memastikan pihaknya tak menemukan adanya senjata tajam atau benda berbahaya lainnya dari anggota Ormas yang ditangkap dalam peristiwa hampir bentrokan itu. Namun mereka untuk sementara harus ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk diinterogasi soal penyebab bentrok.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.