Hari Pers, Anies Baswedan Pamer Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan salah satu karya dalam peluncuran buku foto bertajuk

    Tangkapan layar saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan salah satu karya dalam peluncuran buku foto bertajuk "Potret Jakarta 2020: Kolaborasi Melawan Pandemi," yang disiarkan secara virtual pada Sabtu, 30 Januari 2021. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memamerkan perkembangan Ibu Kota selama ia memimpin saat berbicara pada Hari Pers Nasional di Istana Negara hari ini, Selasa, 9 Februari 2021.

    Anies mengatakan Pemprov DKI Jakarta secara perlahan memperbaiki Ibu Kota melalui pembangunan. Anies mengungkapkan, salah satu hasilnya adalah soal kemacetan di Jakarta. Pada 2020, kata dia, Jakarta berada pada peringkat 31 dalam survei kota termacet di dunia. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana Jakarta selalu berada pada peringkat 10 besar.

    “Insya Allah ini memberikan pengalaman yang berbeda kepada rekan-rekan wartawan yang hadir khusus di Jakarta dalam rangka perayaan Hari Pers Nasional,” kata Anies. Terlebih DKI Jakarta pada tahun ini menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional.

    Baca juga: Hari Pers Nasional, Anies Baswedan Sebut Peran Media Dalam Tanggulangi Covid-19

    Dalam hal itu Anies merujuk pada survey kota termacet dunia versi versi TomTom Traffic Index. Dari 416 kota yang diukur, pada 2020 DKI Jakarta berada pada peringkat 31. Sejak 2017-2020 tingkat kemacetan Jakarta berdasarkan TomTom Traffic Index memang terus membaik. Pada tahun 2017, Jakarta berada pada peringkat 4 kota termacet di dunia dengan tingkat kemacetan 61 persen.

    Setahun setelahnya, pada 2018, peringkat kemacetan DKI Jakarta turun menjadi nomor 7. Saat itu, persentase kemacetan Ibu Kota tercatat sebesar 53 persen. Pada 2019, TomTom Traffic Index mencatat kemacetan Jakarta masih sama dengan setahun sebelumnya, yaitu 53 persen. Namun, saat itu peringkat Jakarta turun menjadi nomor 10 kota termacet di dunia.

    Kepada para jurnalis, Anies juga mengapresiasi tugas mereka selama pandemi Covid-19.

    “Insan pers terus bertugas, terus mengambil peran walaupun harus meninggalkan interaksi bersama keluarga, untuk memastikan bahwa kita semua seluruh masyarakat mendapatkan pemberitaan yang aktual dan terpercaya,” kata Anies dalam tayangan langsung di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta.

    Pers, kata Anies Baswedan juga berperan mengedukasi masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat, khususnya menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan atau 3M, di tengah pandemi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.