Helena Lim: Jejak Kontroversi Vaksinasi Covid-19 Gratis Tenaga Kesehatan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari keterangan Kasudinkes Jakarta Barat, Helena Lim membawa keterangan bekerja di apotek sebagai penunjang syarat mendapatkan vaksin jatah nakes. Namun netizen mempertanyakan pekerjaan Helena dan status kepemilikan di apotek dan apakah diperbolehkan mendapatkan vaksin jatah gratis tahap awal. Facebook

    Dari keterangan Kasudinkes Jakarta Barat, Helena Lim membawa keterangan bekerja di apotek sebagai penunjang syarat mendapatkan vaksin jatah nakes. Namun netizen mempertanyakan pekerjaan Helena dan status kepemilikan di apotek dan apakah diperbolehkan mendapatkan vaksin jatah gratis tahap awal. Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta -Selebgram Helena Lim tengah menjadi sorotan setelah menjalani program vaksinasi di Puskesmas Kebon Jeruk.

    Program vaksinasi Covid-19 saat ini diprioritaskan bagi tenaga kesehatan. Sejumlah kalangan pun mempertanyakan bagaimana perempuan yang dikenal sebagai crazy rich PIK itu mendapat jatah vaksin walau bukan tenaga kesehatan.

    Salah satunya influencer Tirta Mandira Hudhi alias dokter Tirta yang mengecam keras tindakan itu. Menurut dia, Helena bukan tenaga kesehatan, orang yang berisiko tinggi, atau tinggal di zona merah Covid-19.

    "Kalau benar hal ini terjadi, saya bakal menuntut penjelasan dari Pemprov DKI dan Kemenkes," ujar Tirta saat dihubungi Tempo, Senin, 8 Februari 2021.

    Baca juga : Apotek Bumi Benarkan Beri Rekomendasi Helena Lim Ikut Vaksinasi Covid-19

    Dokter Tirta mengatakan, saat ini vaksin Covid-19 jumlahnya terbatas dan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan atau nakes. Jatah untuk influencer, kata Tirta, sudah diberikan sejak 13 - 14 Januari 2021 disertai publikasi yang terbuka.

    Dalam video yang viral, Helena Lim mendapat vaksin Covid-19 di Puskesmas Kebon Jeruk bersama tiga temannya pada 2 Februari 2021. Mereka mengatakan ingin segera bepergian ke luar negeri seusai mendapat vaksin itu.

    Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristi Wathini mengatakan vaksin Covid-19 belum diberikan kepada masyarakat umum. "Vaksin belum untuk umum, tetapi baru pada tenaga kesehatan dan pelayan publik sesuai instruksi pemerintah," kata Kristi seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin, 8 Februari 2021.

    Ia menjelaskan, saat divaksin, Helena Lim membawa keterangan bekerja di apotek sebagai penunjang. Apotek, kata Kristi merupakan salah satu sarana kefarmasian yang masuk dalam prioritas utama.

    Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko menjelaskan bahwa Helena Lim merupakan pemilik Apotek Bumi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Dijelaskan, tenaga kesehatan yakni setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. “Ada 13 item, salah satunya apoteker," kata Yani. Ia mengatakan Helena Lim masuk dalam salah satu kategori itu.

    Karyawan Apotek Bumi, Maria, mengatakan Helena Lim bukan tenaga kesehatan yang bekerja di tempat kerjanya. Helena, kata dia, hanya menaruh saham di PT Bumi Sehat.

    "Bu Helena Lim hanya menaruh saham saja di apotek ini," kata Maria saat ditemui di apotek yang berada di kawasan ruko Kompleks Green Garden, Jakarta Barat, Selasa, 9 Februari 2021.

    FRISKI RIANA | ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.