Anies Baswedan Bakal Bangun Tanggul Permanen di Cipinang Melayu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kesiapan Rumah Pompa Dukuh Atas, menghadapi puncak musim hujan, 24 Januari 2021. Dok Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kesiapan Rumah Pompa Dukuh Atas, menghadapi puncak musim hujan, 24 Januari 2021. Dok Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan membuat tanggul temporer di sepanjang RW 04 dan 03 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, menjadi permanen. Anies mengklaim tanggul itu menjadi salah satu penyebab kawasan Cipinang Melayu terbebas dari banjir pada musim hujan tahun ini.

    "Dan ikhtiar ini akan kami tuntaskan. Nanti tidak lama lagi fase kedua akan diteruskan, memastikan tanggulnya di sini dituntaskan, saat ini tanggulnya masih temporer,” ujar Anies dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Februari 2021.

    Malam tadi Anies Baswedan melakukan kunjungan ke RW 04 kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Kunjungan tersebut untuk melihat kondisi di perkampungan yang Anies klaim banjir hingga tiga meter pada Februari 2017.

    Untuk membuktikan klaim itu, Anies mengunggah kondisi lingkungan RW 04 Cipinang Melayu pada musim hujan 2017 dan 2021.

    "Foto pertama adalah ketika pertama kali bertemu dengan Ibu Rumiati, warga RW 04 Cipinang Melayu pada masa kampanye 2017. Bahagia sekali tadi malam dapat berjumpa kembali dengan beliau dalam keadaan sehat dan tidak berbasah-basahan," ujar Anies di akun Instagram pribadinya, @aniesbaswedan.

    Baca juga: Anies Baswedan Pamer Cipinang Melayu Tak Banjir, PSI: Jangan Jemawa

    Anies mengatakan salah satu penyebab kawasan tersebut tak diterjang banjir walaupun hujan dengan intensitas tinggi melanda Jakarta, karena terlaksananya program Gerebek Lumpur. Melalui program itu, Anies mengatakan pihaknya mengerahkan 15 alat berat di tanggul-tanggul dekat aliran Kali Sunter dan membuat sodetan, sehingga debit air yang mengalir di Kali Sunter menjadi lebih terkendali.

    "Kami memberikan perhatian dan penanganan menyeluruh dari hulu Kali Sunter yang kerap kali menjadi penyebab utama dari luapan air ke kampung tersebut," ujar Anies.

    Selain itu, Anies mengatakan kawasan itu menjadi bebas banjir setelah pihaknya mengeruk dan menyiapkan sodetan khusus di Waduk Pondok Ranggon dan Waduk Tiu, yang aliran airnya turut melewati perkampungan tersebut. Dengan adanya sodetan khusus tersebut, Anies mengklaim air di Kali Sunter dapat dialirkan dan ditahan di waduk terlebih dulu, sehingga volume debit yang dialirkan dapat lebih terkontrol.

    Fraksi PSI DPRD DKI meminta Anies Baswedan tak jemawa dengan pamer foto di Cipinang Melayu yang bebas banjir. "Pak Gubernur sebaiknya tidak jemawa dulu," kata Wakil Ketua Fraksi PSI Justin Adrian Untayana dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Februari 2021.

    Menurut dia, Anies Baswedan harus memperhatikan tinggi curah hujan pada tahun ini dengan 2017 silam. Sebab, katanya curah hujan pada 7 Februari 2021 masih di bawah 100 mm, sementara pada 21 Februari 2017 mencapai 180 mm.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.