Ini Hadiah dari Kapolda Metro Jaya buat Bhabinkamtibmas yang Bisa Tekan Covid-19

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengunjungi JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu malam, 9 Januari 2021. Tempo/Adam Prireza

    Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengunjungi JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu malam, 9 Januari 2021. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran menjanjikan hadiah kepada Bhabinkamtibmas yang bisa mengendalikan penularan Covid-19 di wilayahnya. Anggota Polri ini diminta menurunkan status zona merah Covid-19 menjadi hijau.

    Bhabinkamtibmas atau Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat adalah petugas Polri yang bertugas di tingkat desa sampai dengan kelurahan. 

    Hadiah ini diberikan untuk memotivasi Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak pemberantasan Covid-19 sejak PPKM Mikro diberlakukan. "Dari Bhabinkamtibmas bisa pindah ke Reserse atau usulan SIP (Sekolah Inspektur Polisi)," kata Fadil di Markas Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat, 12 Februari 2021. 

    Fadil menjanjikan anggota Bhabinkamtibmas dapat dipindahkan menjadi anggota reserse, setelah menggelar rapat koordinasi dengan Pangdam Jaya Jayakarta Mayjend TNI Dudung Abdurrahman di Markas Kodam Jaya soal PPKM Mikro.

    Menurut Fadil, penghargaan itu merupakan bagian dari komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang akan memberikan hadiah besar kepada anggotanya yang sukses menurunkan penularan Covid-19 dalam waktu 100 hari. 

    "Ini sudah menjadi atensi Bapak Kapolri dalam program 100 hari. Kalau Bapak bisa menurunkan Covid-19, bisa menurunkan zona merah ke hijau, dan bertahan selama tiga bulan apa rewardnya. Tidak akan mengecewakan," kata Fadil. 

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengatakan telah menerjunkan 53.836 personel untuk membantu Kementerian Kesehatan melakukan tracing terhadap pasien Covid-19 dan melakukan vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Pengarahan bantuan ini untuk memenuhi target Kemenkes yang membutuhkan 80 ribu tenaga tracer dan vaksin untuk memerangi Covid-19. 

    "Saat ini Polri telah menyiagakan 13.500 personel tenaga kesehatan, 900 orang telah dilatih untuk vaksinator oleh BBPK Kemenkes, dan 12.600 personel lainnya dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan serupa," ujar Listyo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Februari 2021. 

    Selain tim vaksin, Listyo juga akan menerjunkan 40.336 personel Bhabinkamtibmas di seluruh daerah yang akan bertindak sebagai tracer. Mereka akan melakukan deteksi dini kepada masyarakat yang diduga terpapar virus, sehingga dapat mengantisipasi penyebaran. "Saat ini kami harus bisa menyukseskan program vaksinasi nasional dengan diiringi konsistensi penegakan prokes secara humanis dan tegas," kata Listyo. 

    Baca juga: Kapolda Metro Jaya Ajak Pangdam Jaya Berkantor di Polsek Zona Merah Covid-19

    Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya juga merintis pembentukan Kampung Tangguh di Ibu Kota untuk menanggulangi Covid-19, sekaligus mengantisipasi bencana banjir dan lainnya. Menurut Fadil, kampung tangguh juga bisa mengurangi dampak sosial ekonomi akibat wabah Covid-19.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto