Demokrat Tolak Revisi RPJMD Jika DKI Masukkan Penyelenggaraan Formula E

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan meninjau balap mobil Formula E di di Brooklyn, Amerika Serikat. Instagram/@aniesbaswedan

    Anies Baswedan meninjau balap mobil Formula E di di Brooklyn, Amerika Serikat. Instagram/@aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta menyatakan bakal menolak revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD DKI 2017-2022 jika pemerintah memasukkan penyelenggaraan balap Formula E.

    "Kami setuju revisi RPJMD. Tapi kami akan menolak jika dalam pembahasan ada program di luar RPJMD dimasukkan ke perubahannya, seperti penyelenggaraan Formula E," kata politikus Demokrat Mujiyono
    saat dihubungi, Ahad, 14 Februari 2021.

    Baca juga: Komisi A DPRD DKI Setuju Revisi RPJMD , Dua Fraksi Menolak

    Ia menuturkan program pembangunan yang sudah ditargetkan Pemerintah DKI saja banyak yang sulit terealisasi seperti rumah DP nol rupiah hingga pembentukan calon wirausaha dalam program Jakpreneur, yang sebelumnya dinamakan OK Oce.

    Menurut Ketua Komisi Bidang Pemerintahan di DPRD DKI itu, tidak masuk akal jika pemerintah Ibu Kota memasukkan program baru yang membutuhkan anggaran besar dalam revisi Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2018 tentang RPJMD itu.

    "Prinsipnya kami menerima rencana perubahan RPJMD itu memang memungkinkan di tengah kondisi pandemi seperti saat ini," ujarnya. "Tapi kami akan menolak jika saat pembahasan ada program baru dimasukkan untuk mengakomodir keinginan pemerintah," ujar Mujiyono.

    Mengenai Formula E, penyelenggaraannya sampai saat ini masih ditunda. Corporate Communications Manager PT Jakarta Propertindo, Melisa Sjach memastikan dana komitmen alias commitment fee yang telah disetorkan Pemprov DKI Jakarta kepada Formula E Operations (FEO) sebagai promotor dan pemegang lisensi ABB FIA Formula E tak akan raib. Alasannya, penundaan tersebut berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang masih merebak di Jakarta.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.