Tes GeNose: Penumpang Bus di Terminal Pulogebang Negatif COVID-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat pengetesan Covid-19 GeNose C19 yang dipergunakan calon penumpang di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. TEMPO/Subekti.

    Alat pengetesan Covid-19 GeNose C19 yang dipergunakan calon penumpang di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil tes cepat menggunakan GeNose terhadap 500 penumpang bus dan awaknya di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, semua negatif atau tidak ada satupun yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona (COVID-19). "Semua negatif," kata Kepala Terminal Terpadu Pulogebang, Bernard Pasaribu di Jakarta, Ahad, 14 Februari 2021.

    Uji coba digelar Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat bersama jajaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta sejak Ahad pekan lalu dan berakhir Jumat, 12 Februari. "Kami memperoleh alokasi 500 kantong napas berikut satu unit alat GeNose, semua sudah digunakan secara gratis," ujar Bernard.

    Baca: GeNose Mulai Digunakan di Terminal Bus, Targetnya 100 Orang per Hari

    Kantong napas sebagai media pengecekan COVID-19 dibagikan kepada setiap penumpang yang akan melakukan perjalanan ke luar Jakarta.

    Setiap penumpang memperoleh jatah satu kantong untuk ditiup. Kantong napas diserahkan ke petugas untuk dicek menggunakan GeNose buatan ahli Universitas Gajah Mada (UGM). Baru satu hari saja sudah 250 kantong yang terpakai. Sisanya habis di hari Jumat sesuai jadwal uji coba berakhir. “Sampai saat ini belum ada bantuan lagi (alat GeNose)."

    Humas Terminal Pulogebang, Audhia mengatakan, pihaknya masih menanti kelanjutan pemanfaatan alat tes cepat COVID-19 GeNose di terminal. "Secara umum kami belum pastikan apakah program GeNose ini akan berkesinambungan atau tidak."

    Jika alat itu batal diterapkan di Terminal Pulogebang, kata Audhia, maka mekanisme pengawasan COVID-19 tetap berlaku dengan menggunakan surat keterangan sehat maupun tes cepat antigen atau antibodi.

    Salah satu peserta tes cepat GeNose, Yulianto mengatakan GeNose lebih mudah dan cepat untuk digunakan mendeteksi COVID-19. Selain tanpa biaya alias gratis, kata dia, alat itu hanya membutuhkan waktu proses selama tiga menit hingga hasilnya diketahui.

    "Hasil tes saya negatif. Cepat juga. Saya mendukung program ini buat kita tetap aman dan nyaman," kata penumpang bus tujuan Yogyakarta itu.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.