2 Pekan Ganjil Genap Bogor, Bima Arya Sebut Dampaknya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau penegakan disiplin PPKM kepada pengendara motor gede. Humas Polres Bogor

    Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau penegakan disiplin PPKM kepada pengendara motor gede. Humas Polres Bogor

    TEMPO.CO, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut ganjil-genap Bogor pada dua pekan ini terbukti menurunkan kasus Covid-19.

    "Kebijakan ganjil-genap di Kota Bogor pada akhir pekan, berdampak menurunkan jumlah kendaraan masuk ke Kota Bogor sekaligus menurunkan angka penularan Covid-19," kata Bima Arya di Bogor, Minggu 14 Februari 2021.

    Pemerintah Kota Bogor memberlakukan kebijakan ganjil genap weekend pada Sabtu dan Minggu, 6-7 Februri lalu, serta pada Jumat, Sabtu, dan Minggu 12-14 Februari.

    "Dampaknya signifikan. Jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Bogor pada akhir pekan turun 21 persen. Arus lalu lintas pada akhir pekan di Kota Bogor juga landai, tidak ada kemacetan," katanya.

    Bima menjelaskan penurunan mobilitas warga juga berdampak pada penurunan jumlah kasus Covid-19 di kota Bogor. Berdasarkan data harian Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Bogor, kasus Covid-19 tertinggi terjadi pada Jumat 5 Februari lalu, yakni 187 kasus.

    Baca juga: Ganjil Genap Bogor Dihentikan, Bima Arya: Kami Evaluasi Dilanjutkan atau Tidak

    Dengan Ganjil Genap Bogor saat weekend, kasus Covid-19 berangsur-angsur turun. "Saya melihat angkanya terus menurun dari pekan lalu. Kita masih mempelajarinya, Senin hingga beberapa hari ke depan. Tetapi trennya sudah terlihat, ada indikasi kuat menurun," kata Bima Arya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.