Konflik Lahan di Lokasi Movieland MNC, Anggota DPRD: Harusnya Diselesaikan Dulu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penutupan jalan akses warga di kawasan Lido, kampung Ciletuh, kecamatan Cigombong, Bogor, Rabu 6 November 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    Penutupan jalan akses warga di kawasan Lido, kampung Ciletuh, kecamatan Cigombong, Bogor, Rabu 6 November 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana pembangunan Movieland oleh PT MNC Land masih menyisakan kisruh lahan makam dan perkebunan warga Ciletuh Hilir, Kabupaten Bogor. Anggota DPRD Kabupaten Bogor Heri Aristandi mengatakan, seharusnya pengembang menyelesaikan dulu konflik lahan tersebut.

    Heri mengatakan, pihak MNC dan warga Ciletuh Hilir, Cigombong, Lido bisa melakukan komunikasi yang baik berkoordinasi dengan pemerintah daerah. "Sebetulnya ini kan masalah kecil, harusnya bisa diselesaikan dengan cara duduk bersama dan cari solusi terbaiknya harus bagaimana," kata Heri yang daerah pemilihannya meliputi kawasan Cigombong, Senin, 15 Februari 2021.

    Heri meminta Pemerintah Kabupaten Bogor bisa menjembatani masalah lahan ini sehingga bisa segera diselesaikan. "Kawasan Ekonomi Khusus juga kan melibatkan pemerintah pusat, sehingga sebetulnya bisa dengan sangat sederhana diselesaikan," kata anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor ini.

    Baca juga: Makam Keramat Mau Dibongkar, Warga Cigombong: Belanda Saja Tak Ganggu

    Heri menyambut baik rencana pembangunan Movieland oleh MNC. Yang penting, kata dia, masyarakat bisa menikmati keuntungan atas pembangunan tersebut. "Selama tidak mengganggu budaya dan adat masyarakat atau adanya alih fungsi lahan," ujar dia.

    Masalah konflik lahan di Ciletuh Hilir antara pihak MNC dengan masyarakat sudah berlangsung lama. Hingga kini tak ada titik terang masalah ini. Masyarakat menolak rencana penggusuran makam keramat di Kampung Ciletuh Hilir yang sudah ada sejak dahulu kala.

    "Ada sekitar 1.500 makam dan beberapa di antaranya makam keramat," kata Ketua Forum Rakyat Ciletuh Firman pada Jumat 3 Oktober 2020. Ia mengatakan makam seluas 1,2 hektare itu sudah ada sebelum Indonesia merdeka.

    Kuasa hukum warga Cigombong Anggi Triana Ismail mengatakan belum ada titik terang terkait sengkarut lahan dengan pihak MNC Land itu. Ia mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan. "Dalam permasalahan ini Pemda sudah kita surati baik eksekutif atau legislatifnya, tapi gak ada titik temu dan malah tenggelam," ujar Triana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...