268 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek Setelah Libur Imlek Berakhir

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kolase perbandingan suasana kendaraan yang melintas di pintu Tol Cikampek Utama, Karawang, sebelum (atas) dan saat pandemi virus Corona (bawah), Jawa Barat, Sabtu, 23 Mei 2020. Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikampek terpantau sepi dikarenakan adanya larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah virus Corona. ANTARA/Nova Wahyudi

    Foto kolase perbandingan suasana kendaraan yang melintas di pintu Tol Cikampek Utama, Karawang, sebelum (atas) dan saat pandemi virus Corona (bawah), Jawa Barat, Sabtu, 23 Mei 2020. Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikampek terpantau sepi dikarenakan adanya larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah virus Corona. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga mencatat 268.098 kendaraan kembali ke wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) pada arus balik libur Tahun Baru Imlek pada periode 13-14 Februari 2021. "Angka itu merupakan kumulatif arus lalu lintas dari beberapa gerbang tol (GT) barrier/utama, yaitu Cikampek Utama dan Kalihurip Utama di arah timur, Cikupa di Barat dan Ciawi di Selatan," ujar Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru secara tertulis, Senin, 15 Februari 2021.

    Volume lalu lintas yang menuju Jabotabek itu turun 5,6 persen dibandingkan waktu normal. Distribusi lalu lintas kendaraan menuju Jabotabek dari ketiga arah yaitu 48,5 persen dari arah timur, 31,1 persen dari arah barat, dan 20,4 persen dari arah Selatan.

    Baca: Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Saat Libur Imlek 2021 Naik 11 Persen

    Sebelumnya, PT Jasa Marga mencatat sebanyak 264.458 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-1 dan hari H libur Tahun Baru Imlek, yakni 11-12 Februari 2021. Angka ini juga merupakan akumulatif arus lalu lintas dari beberapa gerbang tol seperti Cikupa, Ciawi, Cikampek Utama, dan Kalihurip Utama.

    "Total volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini turun 8 persen jika dibandingkan lalu lintas normal," ujar Dwimawan, Sabtu, 13 Februari 2021.

     

     

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.