Kasus Helena Lim, Ombudsman Panggil Dinas Kesehatan DKI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho (kiri) saat konferensi soal temuan maladministrasi dalam pelepasan Idrus Marham berobat ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre di kantornya, Rabu, 3 Juli 2019. Tempo / M Yusuf Manurung

    Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho (kiri) saat konferensi soal temuan maladministrasi dalam pelepasan Idrus Marham berobat ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre di kantornya, Rabu, 3 Juli 2019. Tempo / M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ombudsman perwakilan Jakarta akan memanggil Dinas Kesehatan DKI perihal kasus vaksin Covid-19 gratis untuk selebgram Helena Lim.

    Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho mengatakan pihaknya akan memanggil Dinas Kesehatan DKI pada Rabu, 17 Februari 2021. Ombudsman mulanya berencana memanggil Dinas Kesehatan pada hari ini, Senin, 15 Februari 2021.

    “Kami putuskan hari Rabu saja supaya pihak Dinkes sudah memiliki data yang komprehensif terkait penanganan kasus di Jakarta Barat (Helena Lim) itu,” kata Teguh saat Tempo hubungi lewat sambungan telepon hari ini.

    Teguh menyebut undangan secara digital telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan DKI pada Kamis pekan lalu, sementara surat fisiknya pada hari ini. Tak hanya soal Helena Lim yang mendapat vaksin lebih dulu, Ombudsman hendak mengklarifikasi proses distribusi hingga monitoring vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta.

    ADVERTISEMENT

    Ombudsman, kata Teguh, ingin mengetahui apakah sistem di DKI Jakarta sudah benar-benar mampu mengakomodasi data penerima vaksin. Teguh merasa hal itu perlu dipastikan sebelum masuk pada tahapan vaksinasi yang lebih luas, yaitu untuk masyarakat. “Karena untuk yang tahap pertama saja dengan data yang sebetulnya lebih mudah, tenaga kesehatan, masih ada potensi kecolongan,” ucap dia.

    Baca juga: Kasus Helena Lim, Wagub DKI Pastikan Anak Buahnya Tak Langgar Prosedur

    Secara luas Ombudsman akan berpegang pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 84 Tahun 2021 tentang vaksinasi Covid-19. Mereka hendak mengecek apakah Dinkes DKI sudah memenuhi unsur pada pasal 5 peraturan tersebut terkait proses vaksinasi mulai dari perencanaan hingga pemantauan.

    Teguh merasa pihak Dinkes DKI akan kooperatif lantaran sejauh ini komunikasi keduanya ia sebut baik. Ombudsman dan Dinkes, kata Teguh, selalu berkoordinasi terkait pelaksanaan penanganan Covid-19 di Jakarta. “Menurut saya teman-teman di Dinkes gak ada kekhawatiran berhubungan dengan Ombudsman karena kami lebih kepada upaya perbaikan,” tutur Teguh.

    Helena Lim merupakan sosialita yang ramai dibicarakan lantaran mendapatkan vaksin Covid-19 gratis jatah tenaga kesehatan. Helena yang dikenal sebagai crazy rich PIK itu merupakan pecinta supercar McLaren 570S Spider. Video proses vaksinasi Helena viral di media sosial. Helena Lim mendapatkan vaksin Covid-19 karena membawa keterangan bekerja di Apotek Bumi.

    Sebelumnya Wakil Gubernur atau Wagub DKI Ahmad Riza Patria memastikan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak melakukan kesalahan dalam perkara itu.

    Menurut Riza, ia telah menugaskan inspektoratnya untuk mengecek hal tersebut. “Petugas Puskesmas sudah melakukan prosedur. Aturan yang ada bahwa yang bersangkutan bawa surat rekomendasi keterangan dari apotek yang menyatakan empat orang itu pegawai,” kata Riza di Balai Kota pada Senin, 15 Februari 2021. Riza menyerahkan kepada kepolisian manakala ditemukan manipulasi data dalam perkara Helena Lim.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.