MUI Tangerang Selatan Imbau Vaksinasi Covid-19 Malam Hari Saat Ramadan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan meja disiapkan dalam kegiatan vaksinasi dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Deretan meja disiapkan dalam kegiatan vaksinasi dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kota Tangerang Selatan memperbolehkan vaksinasi Covid-19 dilakukan saat bulan Ramadhan. Untuk mencegah perdebatan, MUI Tangsel menyarankan vaksinasi Covid-19 dilakukan pada malam hari.    

    "Ya kalau siangnya itu kan pro kontra, ada yang bilang itu membatalkan puasa, ada yang bilang tidak karena tujuan medis untuk menjaga kesehatan," kata Sekretaris MUI kota Tangerang Selatan Abdul Rojak, Selasa 16 Februari 2021.

    Menurut Rojak untuk menjaga kehati-hatian dan rasa aman saat pemberian vaksinasi Covid-19, maka pihaknya menyarankan untuk pemberian vaksin dilakukan pada malam hari.

    "Kalau siang hari tetap membatalkan puasa, tetap dari manapun seandainya memasukkan sesuatu ya membatalkan puasa kita," ujarnya.

    Selain membatalkan puasa, kata Rojak, pemberian vaksin Covid-19 pada siang hari juga dikhawatirkan, karena kondisi perut dalam keadaan kosong. 

    Baca juga: Warga Kuatir Tak Kebagian Vaksin Covid-19? Wagub DKI: Yang Penting Sabar

    Sekretaris MUI kota Tangerang Selatan Abdul Rojak mengatakan MUI tengah membahas waktu yang tepat untuk vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadan. "Lebih baik menjaga supaya aman, lebih baik di malam hari. Apalagi kondisi tubuh kan kalau puasa lagi ini perut kosong jadi bahaya. Saat ini MUI memang sedang membahas hal tersebut," imbuhnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.