Gunung Terlihat dari Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup: Kualitas Udara Membaik

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara suasana gedung bertingkat di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat, 3 April 2020. Memasuki minggu ketiga imbauan kerja dari rumah atau work from home (WFH), kualitas udara di Jakarta terus membaik seiring dengan minimnya aktivitas di Ibu Kota. ANTARA

    Foto udara suasana gedung bertingkat di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat, 3 April 2020. Memasuki minggu ketiga imbauan kerja dari rumah atau work from home (WFH), kualitas udara di Jakarta terus membaik seiring dengan minimnya aktivitas di Ibu Kota. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaDinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyatakan ada peningkatan kualitas udara menjadi lebih baik di Ibu Kota. Peningkatan kualitas tersebut bisa terlihat pada pukul 05.00-07.00 pada Rabu, 17 Februari 2021. Saat itu, konsentrasi PM 2,5 berada di kisaran 0,5-7,89 jauh lebih rendah dari sebelumnya.

    Humas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Yogi Ikhwan membenarkan kualitas udara membaik di DKI. Kualitas udara yang membaik itu merupakan dampak positif bagi lingkungan dengan penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB selama pandemi Covid-19.

    "Dilihat dari langit Jakarta yang berwarna biru cerah dan kualitas udara yang baik," kata Yogi melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 18 Februari 2021.

    Menurut Yogi, kualitas udara membaik juga merupakan faktor adanya peningkatan signifikan gaya hidup baru penggunaan sepeda sebagai alat transportasi ramah lingkungan dan adanya pengetatan kewajiban uji emisi bagi kendaraan bermotor.

    Selama PSBB berlangsung, Pemprov DKI Jakarta melakukan pembatasan aktivitas kepada warganya. Pembatasan dilakukan di tempat kerja, fasilitas sosial dan fasilitas umum, transportasi umum serta fasilitas lainnya.

    Pembatasan ini dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Dengan rendahnya mobilitas warga Jakarta yang bepergian keluar rumah, kata dia, tentu pencemaran udara dari kendaraan umum dan tempat industri menjadi berkurang.

    Baca juga: Pandemi Covid-19, Dinas Lingkungan Hidup DKI: Kualitas Udara Membaik

    "Pandemi telah menunjukkan kepada kita, bahwa masih ada harapan untuk lingkungan hidup yang lebih baik, dan oleh karena itu kita perlu berubah menuju kota yang lebih berkelanjutan dan tangguh," ujar Dia.

    Yogi mengatakan, sejak beberapa tahun silam Pemprov DKI telah mendorong warganya untuk beralih naik transportasi umum demi perbaikan kualitas udara. Begitu pun dengan adanya pengetatan kewajiban uji emisi bagi kendaraan bermotor, sehingga kendaraan yang melalui Jakarta adalah kendaraan yang sudah lulus uji emisi.

    "Pemprov DKI Jakarta juga mengerjakan perluasan MRT, BRT, LRT, revitalisasi trotoar, integrasi berbagai moda transportasi, dan pengembangan jalur khusus sepeda di seluruh kota. Dan mulai menerapkan kewajiban uji emisi di berbagai wilayah untuk menuju udara bersih Jakarta," imbuhnya.

    Dinas Lingkungan Hidup kemarin mengunggah jepretan foto seorang warga yang memperlihatkan Gunung Gede Pangrango terlihat dari Kemayoran. "Pemandangan Gunung Gede Pangrango di Kemayoran Jakarta Pusat Pagi ini, menandakan Kualitas udara sedang bersih. Jl.Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat." Namun foto dengan latar Gunung Gede Pangrango itu disebut sebagai hasil editan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.