Hujan Deras, Liang Lahat Jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus Terisi Air

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemakaman khusus jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Sabtu, 13 Fabruari 2021. Pemangkasan petak makam tersebut dilakukan agar bisa menampung lebih banyak jenazah, mengingat lahan pemakaman terbatas. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pemakaman khusus jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Sabtu, 13 Fabruari 2021. Pemangkasan petak makam tersebut dilakukan agar bisa menampung lebih banyak jenazah, mengingat lahan pemakaman terbatas. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras yang melanda Jakarta membuat puluhan liang lahat untuk lokasi pemakaman jenazah Covid-19
    di Tempat Pemakaman Umum atau TPU Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, terisi oleh genangan air hujan, Kamis siang, 18 Februari 2021.

    "Liang lahat yang terisi air hujan itu seluruhnya yang sedang kami persiapkan untuk pemakaman jenazah. Jumlahnya sekitar 30 titik di blad 5," kata Kepala Satuan Pelaksana TPU Bambu Apus, Koko, di Jakarta.

    Koko mengatakan, pada mulanya liang lahat tersebut sengaja dipersiapkan pengelola pemakaman agar mempercepat proses pemakaman pasien Covid-19.

    Sebab jumlah jenazah yang dimakamkan dengan prosedur Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir relatif tinggi, mencapai rata-rata 15-30 jenazah per hari.

    Sebanyak 40 petugas gali kubur di lokasi, kata Koko, kewalahan menangani jumlah jenazah yang harus dikuburkan secara manual setiap hari.

    Sejak sepekan terakhir TPU Bambu Apus memperoleh bantuan alat berat jenis backhoe loader untuk mempercepat proses penggalian liang lahat.

    "Tukang gali kuburan kita ada 40 orang, tapi kan mereka juga harus ada istirahat, sehingga dibantu alat berat dari Pemprov DKI," katanya.

    Baca juga: Soal Ukuran Makam Jenazah Covid-19 Diperkecil, DKI: Nanti Tidak Muat

    Sejak beroperasi, alat berat tersebut telah menghasilkan puluhan liang lahat, hingga menyisakan sekitar 30 liang lahat yang saat ini siap pakai.

    "Namun karena kedatangan jenazah yang dikuburkan pun berkurang, sehingga saat terjadi hujan terisi air liang lahatnya. Sebab dibiarkan terbuka. Selain itu, tanahnya juga tergolong lengket sehingga air tidak mudah meresap ke dalam tanah," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ikan Rahasia Dari Amerika

    CIA atau Badan Intelijen Amerika Serikat membuat sebuah robot berbentuk Ikan lele.