Menteri Tri Rismaharini Harus Lampaui Ahok Jika Ingin Kalahkan Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini meninjau proses perekaman data kependudukan bagi warga marjinal atau terlantar.

    Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini meninjau proses perekaman data kependudukan bagi warga marjinal atau terlantar.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengutarakan Menteri Sosial Tri Rismaharini harus mencetak prestasi jika ingin bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Tujuannya untuk mematahkan faktor sosiologis publik dalam memilih calon pemimpin.

    "Kalau tidak ada prestasi yang sangat menonjol betul dari Risma, saya kira susah untuk mengubur basis pemilih sosiologis di Jakarta ini," kata dia saat dihubungi, Kamis, 18 Februari 2021.

    Baca: Pemulung di Jakarta dan Bekasi akan Diberi Fasilitas Rusunawa

    Sebelumnya, elektabilitas Anies mencapai 42,5 persen alias tertinggi versi lembaga Media Survei Nasional (Median). Di posisi kedua adalah Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan persentase 23,5 persen.

    Adi menjelaskan, kuatnya preferensi politik sosiologis ketimbang rasional membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenangkan Pilkada DKI 2017. Publik menganggap Anies dekat dengan ulama dan kelompok Islam. Inilah yang dimaksudnya sebagai faktor sosiologis.

    Menurut dia, Risma dapat mengalahkan Anies Baswedan apabila mampu melampaui apa yang sudah dicapai mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kinerja Ahok yang diapresiasi banyak orang saja tak berhasil menghajar Anies.

    "Dulu, Ahok kurang keren gimana? Populer, disukai oleh banyak orang, kinerjanya diapresiasi, tapi kalah sama Anies Baswedan yang dianggap mewakili kelompok Islam." 

    Menurut Adi, Risma setidaknya bisa memikat hati kelompok miskin kota. Tri Rismaharini dianggap memikat dengan membuat rumah layak bagi warga miskin atau terlantar, memberikan pekerjaan, menyediakan akses permodalan untuk memulai UMKM, dan lainnya. "Apapun judul prestasi itu yang jelas harus wah dan nendang banget lah," kata dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.