Banjir Jakarta Hari Ini, Pengamat Sebut Naturalisasi dan Normalisasi Tak Jalan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan dari Dompet Dhuafa mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat, 19 Februari 2021. Banjir di kawasan tersebut akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya air dari Kali Sunter. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Relawan dari Dompet Dhuafa mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat, 19 Februari 2021. Banjir di kawasan tersebut akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya air dari Kali Sunter. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan banjir Jakarta hari ini menjadi bukti bahwa Pemerintah DKI belum melaksanakan janjinya membenahi sungai. Pembenahan sungai ini harus dilakukan baik melalui naturalisasi maupun normalisasi sungai.

    "Banjir yang terjadi pekan lalu dan pekan ini didominasi banjir kiriman yang melanda permukiman di sekitar bantaran kali, khususnya Kali Ciliwung dan Kali Sunter. Ini membuktikan tidak ada pembenahan sungai yang berarti," kata Nirwono melalui pesan singkat, Jumat, 19 Februari 2021.

    Nirwono menjelaskan banjir pekan lalu melanda sebagian wilayah di bantaran Ciliwung. Kemudian pekan ini banjir menyapa warga Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

    Menurut dia, banjir dalam dua pekan terakhir ini sebenarnya telah membuktikan bahwa Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria belum banyak berbuat dalam mengatasi dan mengantisipasi banjir.

    "Padahal dua sungai yang saat ini meluap, yakni Ciliwung dan Sunter masuk dalam empat sungai yang menjadi prioritas pembenahan sejak 2012 hingga 2022 mendatang."

    Nirwono menuturkan banjir yang terjadi tahun ini berbeda dengan tahun kemarin.

    Baca juga: PSI: Kami Tak Anti Naturalisasi, Asal Dijalankan

    Banjir awal tahun lalu disebabkan hujan lokal yang cukup tinggi intensitasnya. Sedangkan banjir Jakarta dalam dua pekan terakhir, Nirwono kembali menegaskan, terjadi karena saluran air seperti sungai tidak dibenahi. "Banjir saat ini membuktikan tidak ada pembenahan terhadap saluran air kota," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.