Pengalihan Arus Lalu Lintas di 2 Jalan di Jakarta Barat, Genangan Masih 70 Cm

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur menerapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar kawasan Cawang imbas kemunculan banjir akibat hujan deras, Jumat, 19 Februari 2021. ANTARA/HO-Sudin Perhubungan Jaktim

    Petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur menerapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar kawasan Cawang imbas kemunculan banjir akibat hujan deras, Jumat, 19 Februari 2021. ANTARA/HO-Sudin Perhubungan Jaktim

    TEMPO.CO, JakartaSuku Dinas Perhubungan Jakarta Barat melakukan pengalihan arus lalu lintas di Jalan Pesanggrahan Puri Kembangan dan Jalan Perjuangan, Kebon Jeruk, karena banjir.

    “Jalan Perjuangan dialihkan melalui Jalan Lapangan Bola, kemudian Jalan Pesanggrahan melewati komplek perumahan Puri,” ujar Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Barat Erwansyah di Jakarta, Sabtu 20 Februari 2021.

    Genangan banjir akibat hujan ekstrem masih cukup tinggi sehingga berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas apabila dilewati kendaraan bermotor. Di Jalan Perjuangan, terhitung dari jembatan penyeberangan orang (JPO) Perjuangan hingga gedung Handaya, ketinggian air tercatat antara 60-70 sentimeter.

    Pengalihan lalu lintas tersebut bersifat sementara, hingga banjir surut.

    Pengalihan arus lalu lintas tidak hanya terjadi di Jakarta Barat saja. Sebelumnya, petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melaporkan tidak kurang dari 40 ruas jalan di wilayah Jakarta terendam banjir akibat guyuran hujan lebat dan limpasan air sungai pada Sabtu pagi.

    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Sambodo Purnomo mengatakan ruas jalan yang terendam air di antaranya Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur dari arah Cawang menuju Kalimalang Bekasi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.