Banjir Terjang Jakarta, PSI: Anies Baswedan Gagal Susun Prioritas Kerja

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan. Facebook

    Anies Baswedan. Facebook

    JAKARTA- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali mengkritik Gubernur Anies Baswedan soal banjir Jakarta pada akhir pekan lalu..

    Wakil Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD DKI dari PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengatakan banjir di DKI Jakarta beberapa hari lalu terjadi karena Anies gagal menyusun prioritas kerja dan anggaran dengan baik.
     

    Anggara menyoroti langkah Pemprov DKI Jakarta yang menganggarkan Rp 560 miliar untuk commitment fee penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E.

    “Padahal jika dipakai untuk normalisasi sungai, rakyat Jakarta tidak perlu menderita karena banjir,” kata dia dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 22 Februari 2021. 

    Foto udara banjir melanda kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 Februari 2021. Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi serta drainase yang buruk membuat kawasan elite di Jakarta Selatan ini dilanda banjir hingga 1,5 meter. TEMPO/Hilman Fathurrahman W 


    Ia menilai Anies terkesan menomorduakan kebutuhan rakyat yang mendesak, seperti normalisasi sungai. Menurut dia, langkah itu diperlukan lantaran salah satu penyebab banjir adalah sungai yang tak mampu menampung kiriman air dari hulu. 
     

    “Tapi di APBD 2019, Gubernur Anies lebih memilih membayar Formula E sebesar Rp 560 miliar dan gagal bayar Rp 160 miliar untuk program pembebasan tanah terkait penanggulangan banjir,” tutur Anggara. Adapun banjir di Jakarta yang bukan akibat kiriman, lanjut dia, menjadi indikasi bahwa saluran air tak dibersihkan dan pompa tak disiapkan dengan baik. 

    Baca juga : Begini Korban Banjir Besar di Pebayuran Bekasi Mengungsi Sejauh 2 Kilometer

    Anies Baswedan sebelumnya mengatakan salah satu penyebab banjir di Jakarta adalah kiriman air dari hulu yang tergolong deras.  Dia menyebut bahwa kapasitas drainase di Jakarta berkisar antara 50-100 mm. Bila terjadi hujan di atas 100 mm per hari, kata dia, sudah dapat dipastikan terjadi genangan di Jakarta. Pada Senin pagi 22 Februari 2021, Anies memastikan banjir yang terjadi sejak Sabtu pekan lalu sudah surut seluruhnya. 
     

    ADAM PRIREZA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.