BMKG Perkirakan Hujan Lebat Guyur Jakarta Besok dan Lusa, Berpotensi Picu Banjir

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam konferensi pers terkait peristiwa tsunami di Selat Sunda, di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad dini hari, 23 Desember 2018. Tempo/Adam Prireza

    Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam konferensi pers terkait peristiwa tsunami di Selat Sunda, di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad dini hari, 23 Desember 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada 23-24 Februari 2021. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut ada potensi hujan lebat yang memicu banjir dan longsor.

    "Jadi masih perlu peningkatan kewaspadaan potensi hujan lebat yang dapat berpotensi memicu banjir dan longsor di wilayah DKI Jakarta pada hari Selasa dan Rabu (23-24 Februari 2021)," ujar Dwikorita dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Senin, 22 Februari 2021.

    Baca juga: Anies Baswedan Sebut Banjir di Jakarta Sudah 100 Persen Surut Pagi Ini

    Potensi hujan lebat masih diprediksikan turun di Ibu Kota hingga 25 Februari. Dwikorita mengimbau warga untuk mewaspadai kemungkinan banjir.

    Sementara itu, dia berujar, intensitas hujan Jakarta hari ini diperkirakan rendah atau cenderung melemah dari kemarin.

    Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini ihwal prediksi hujan lebat hingga sangat lebat di Jabodetabek pada 18-19 Februari.

    BMKG mencatat curah hujan tertinggi yang terjadi belakangan ini adalah di Pasar Minggu (226 mm per hari), Sunter Hulu (197 mm per hari), Lebak Bulus (154 mm per hari), dan Halim (176 mm per hari). "Umumnya kejadian hujan terjadi malam hingga dinihari dan berlanjut sampai pagi hari. Ini merupakan waktu-waktu yang kritis dan perlu diwaspadai," jelas dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.