Kronologi Turap di Batuampar Jakarta Timur Amblas Akibat Banjir pada Ahad

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berusaha menyelamatkan diri dari bencana banjir yang menerjang pemukiman penduduk di Kampung Baru I, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 20 Februari 2021.Hujan deras yang terjadi sejak Jumat dinihari mengakibatkan beberapa wilayah di Jakarta terendam banjir. TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah warga berusaha menyelamatkan diri dari bencana banjir yang menerjang pemukiman penduduk di Kampung Baru I, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 20 Februari 2021.Hujan deras yang terjadi sejak Jumat dinihari mengakibatkan beberapa wilayah di Jakarta terendam banjir. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tebing turap saluran air sepanjang 30 meter di RW02 Jalan Batusari, Kelurahan Batuampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, mengalami longsor imbas kenaikan permukaan air saat banjir, Minggu 21 Februari 2021.

    "Yang longsor ini turap semi permanen yang sebagian kita buat secara swadaya setahun yang lalu. Kemarin amblas sekitar pukul 14.00 WIB," kata Ketua RT17 RW02 Batusari, Zainal Arifin, di Jakarta Timur, Senin, 22 Februari 2021.

    Pantauan di lokasi, tanggul sepanjang 30 meter pada ketinggian tebing sekitar tiga meter itu mengalami longsor di salah satu sisi hingga menutup sebagian saluran air yang menjadi pembuangan rumah tangga.

    Dasar saluran air penghubung (PHB) Kalisari sebagian tampak tertutup material batu kali serta tanah merah yang menjadi pondasi jalan setapak lintasan warga menuju Jalan Raya Bogor.

    Sebanyak tiga rumah warga yang berada di ujung tebing turap saat ini terancam longsor akibat pondasi tanah yang landai.

    Zainal mengatakan sejak peristiwa turap longsor terjadi, pengurus RT dan RW melalui Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kelurahan Batuampar melaporkan kejadian kepada Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jaktim.

    "Sorenya setelah kejadian langsung diperbaiki oleh petugas SDA," katanya.

    Upaya perbaikan turap amblas dilakukan menggunakan mekanisme cerucuk menggunakan kayu dolken untuk mengikat batu di bagian turap longsor.

    Sebanyak delapan petugas SDA mengikat potongan kayu dengan susunan kotak yang diisi batu sebagai penyangga tebing sementara.

    Komandan Regu SDA Kecamatan Kramat Jati, Asmawi mengatakan mekanisme cerucuk kayu diperkirakan sanggup mengantisipasi longsor secara darurat.

    Baca juga : Banjir Terjang Jakarta, PSI: Anies Gagal Susun Prioritas Kerja

    "Sampai menunggu kegiatan perbaikan secara permanen masih sanggup menahan," katanya.

    Turap amblas di RW02 tidak hanya terjadi di wilayah RT17, namun juga meluas ke beberapa wilayah lainnya di antaranya RT7 di dekat Masjid Al Yakin.

    "Gerowonganya panjang sekitar empat meter tinggi dua meter. Sudah ditangani SDA Jakarta Timur. Ada lagi di RT01 kejadiannya kemarin, turapnya gerowong juga sekitar tiga meteran dan belum ditangani," kata Anggota LMK Batuampar, Mauladi soal longsor akibat banjir tersebut.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.