Kota Depok Minim RTH dan Warga Diminta Buat Sumur Resapan, Sebab...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi aktivitas warga di kawasan Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa 12 Januari 2021. Gubernur Ridwan Kamil kembali mengumumkan daerah-daerah di Jawa Barat yang termasuk ke dalam zona merah virus corona (Covid-19). Bahkan pria yang akarab disapa Kang Emil itu, menyatakan beberapa daerah zona merah tersebut sudah berstatus siaga 1. Zona merah dengan siaga 1 tersebut diantaranya Kota Depok dan Kabupaten Karawang. Depok dan Karawang menjadi permasalahan yang serius lantaran bertahan di zona merah selama empat minggu berturut-turut. TEMPO/Subekti.

    Suasana sepi aktivitas warga di kawasan Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa 12 Januari 2021. Gubernur Ridwan Kamil kembali mengumumkan daerah-daerah di Jawa Barat yang termasuk ke dalam zona merah virus corona (Covid-19). Bahkan pria yang akarab disapa Kang Emil itu, menyatakan beberapa daerah zona merah tersebut sudah berstatus siaga 1. Zona merah dengan siaga 1 tersebut diantaranya Kota Depok dan Kabupaten Karawang. Depok dan Karawang menjadi permasalahan yang serius lantaran bertahan di zona merah selama empat minggu berturut-turut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Dadan Rustandi mengakui, saat ini Kota Depok masih kekurangan ruang terbuka hijau (RTH) yang berfungsi sebagai daerah resapan air.

    "Itulah yang menjadi permasalahan di Depok ya, RTH itu idealnya 20 persen, di Depok hanya 11 persen," kata Dadan dikonfirmasi Tempo, Senin 22 Februari 2021.

    Dadan pun mengatakan, untuk menambah Ruang Terbuka Hijau tidaklah mudah, karena terkendala aset pemerintah kota yang minim. "Untuk ngejar 20 persen susah, karena itu harus memang kepemilikan pemerintah kota, kita belum punya (tanah) sebanyak itu," kata Dadan.

    Untuk itu, kata Dadan, pihaknya tidak bisa mengandalkan RTH di Kota Depok sebagai daerah resapan air. Sebagai gantinya, setu dan sumur resapan yang dimaksimalkan menyerap air yang berlebih.

    Baca juga: Gubernur DKI Anies Sebut Banjir di Sudirman Imbas Hujan Deras di Depok

    "Harapan kami, semua rumah yang ada di Depok mempunyai sumur resapan. itu sangat efektif, signifikan sekali untuk mengurangi banjir, ini perlu kerjasama semua stakeholder dan kesadaran masyarakat untuk membuat sumur resapan dan biopori," kata Dadan.

    Dadan mengatakan, dengan adanya sumur resapan, debit air yang mengalir ke drainase dapat berkurang dan potensi untuk terjadi banjir dapat berkurang, "Kami berusaha terus untuk menggalakkan, mengedukasi agar warga warga Kota Depok, rumah rumahnya mempunyai resapan air hujan, jadi (air hujan) tidak langsung dari atap mengalir ke jalan lalu ke drainase, ditampung dulu di sumur resapan," kata Dadan.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.