Banjir Akibat Tanggul Sungai Citarum Jebol, Ini Prioritas Kabupaten Bekasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara banjir di Kampung Babakan Banten, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 22 Februari 2021. Banjir mengakibatkan lima desa di kawasan tersebut terisolir selama tiga hari. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Foto udara banjir di Kampung Babakan Banten, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 22 Februari 2021. Banjir mengakibatkan lima desa di kawasan tersebut terisolir selama tiga hari. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Cikarang - Penanggulangan banjir akibat tanggul Sungai Citarum jebol dan perbaikan daerah aliran sungai menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun ini. Program prioritas itu untuk mengatasi banjir tahunan yang rutin menerjang daerah tersebut. 

    Tahun ini, banjir terjadi akibat tanggul Sungai Citarum jebol di di Kecamatan Pebayuran dan Muaragembong.

    Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Sukmawatty mengatakan program tersebut merupakan salah satu langkah prioritas penanggulangan banjir Bekasi. 

    "Untuk penanganan banjir memang tidak bisa parsial. Karena lokasi kita ada di daerah hilir yang menampung aliran dari hulunya sebelum ke laut," katanya di Cikarang, Selasa 23 Februari 2021.

    Sejumlah langkah penanganan yang direncanakan tahun ini adalah perbaikan pintu air bendung dan normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan. Termasuk perbaikan titik-titik tanggul yang jebol serta perbaikan gorong-gorong dan saluran air yang mampet.

    "Seluruh pekerjaan itu disesuaikan dengan kewenangannya, karena ada pekerjaan yang menjadi skala prioritas provinsi dan pusat juga," katanya.

    Kabupaten Bekasi tengah menginventarisasi penyebab banjir sekaligus mendata kerusakan infrastruktur akibat banjir.

    Sukmawatty berharap program pengendalian banjir ini bisa segera terealisasikan agar banjir tahunan tidak terulang kembali. "Kami inginnya secepat mungkin, begitu DPA (dokumen pelaksanaan anggaran) disahkan, segera action ke lapangan," kata dia.

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, banjir tahun ini meluas hingga ke 19 kecamatan. Tahun lalu, banjir hanya di 12 kecamatan. Sedikitnya 155 titik di 69 desa dan kelurahan menjadi lokasi banjir yang menyebabkan 25.375 keluarga terdampak.

    Baca juga: KPJ Sebut Tanggul Jebol Ikut Sumbang Banjir di Jakarta dan Bekasi

    Banjir parah tahun ini diklaim bukan disebabkan intensitas hujan tinggi maupun efek pembangunan melainkan tanggul jebol di Kecamatan Pebayuran, Muaragembong, serta Kedungwaringin. Akibatnya, 12 ribu warga Kecamatan Pebayuran terpaksa diungsikan karena permukiman mereka terendam air setinggi 2,5 meter.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.