500.000 Jiwa di Kabupaten Bogor Menghilang Selama Pandemi, Ini Kata DPRD Jabar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana lalu lintas di Jalan Tol Jagorawi menuju kawasan wisata Puncak saat libur Tahun Baru Imlek, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 Februari 2021. Suasana lengang di kawasan Puncak saat Imlek terjadi lantaran adanya pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro serta peraturan Pemerintah Kabupaten Bogor wisatawan wajib membawa surat keterangan rapid test antigen. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Suasana lalu lintas di Jalan Tol Jagorawi menuju kawasan wisata Puncak saat libur Tahun Baru Imlek, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 Februari 2021. Suasana lengang di kawasan Puncak saat Imlek terjadi lantaran adanya pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro serta peraturan Pemerintah Kabupaten Bogor wisatawan wajib membawa surat keterangan rapid test antigen. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Cibinong -Anggota DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan penduduk di Kabupaten Bogor menghilang sekitar 500 ribu jiwa selama pandemi Covid-19.

    "Pemkab Bogor harus mulai menjadikan basis data tersebut untuk memetakan dalam mengambil kebijakan," ungkapnya di Cibinong, Bogor, Jabar, Selasa 23 Februari 2021.

    Menurut legislator asal Kabupaten Bogor itu, kondisi berkurangnya penduduk yang diduga karena ditinggal para pendatang selama pandemi, harus menjadi peluang bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam mengatasi masalah tingginya angka pengangguran.

    “Kita tahu kawasan industri di Jawa Barat sebetulnya bukan menampung penduduk asli. Seperti di Karawang, itu unik. Tingkat kemiskinan tinggi, padahal kawasan industri. Jawabannya, yang bekerja itu bukan warga setempat,” terang AW.

    Seperti diketahui, BPS Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat ada pengurangan jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa di wilayahnya selama pandemi Covid-19.

    Baca juga : Berlaku Hari Ini, PPKM Mikro di DKI Jakarta Diperpanjang Hingga 8 Maret 

    "Tahun 2019 sekitar 5,9 juta jiwa, hasil sensus penduduk 2020 menurun menjadi 5,4 juta jiwa," ungkap Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani.

    Menurutnya, BPS telah memproyeksikan jumlah penduduk Kabupaten Bogor pada tahun 2020 sebanyak 6 juta jiwa sesuai asumsi pertambahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun, tapi bukannya bertambah malah berkurang karena pandemi.

    "Kita proyeksikan sekitar 6 juta (jiwa) awalnya. Waktu memproyeksikan asumsi pandemi belum diperhitungkan, proyeksi dihitung dua tahun lalu," terang Ujang.

    Meski tak merinci jumlahnya, tapi ia menyebutkan bahwa pengurangan penduduk terjadi karena banyak faktor, mulai dari perpindahan penduduk hingga meninggal dunia.

    "Ada juga (warga) yang meninggal dunia, tapi dibanding yang bergerak ke luar Bogor, jauh lebih banyak yang bergerak ke luar Kabupaten Bogor," ujarnya.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.