Polisi: Payudara dan Bibir Korban Klinik Kecantikan Zevmine Skincare Bernanah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Botox, menghilangkan kerut wajah dengan suntikan agar terlihat lebih cantik. justsmile.az

    Ilustrasi Botox, menghilangkan kerut wajah dengan suntikan agar terlihat lebih cantik. justsmile.az

    TEMPO.CO, Jakarta - Setidaknya ada dua korban klinik kecantikan ilegal Zevmine Skincare di Ciracas, Jakarta Timur akibat malpraktik yang dilakukan tersangka SW. Kedua korban luka dan bengkak pada bibir dan payudara hingga bernanah dan berdarah.  

    "Korban bengkak payudara dan bibirnya hasil tindakan tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Rabu, 24 Februari 2021. 

    Baca: Klinik Kecantikan Abal-abal Zevmine Skincare di Ciracas Jadi Langganan Artis

    Keduanya terluka karena menjalani perawatan suntik botox dan tanam benang di klinik tersangka. Penyidik mencari kemungkinan ada korban lainnya dari praktik klinik kecantikan ilegal SW. Dalam sebulan pelanggan klinik kecantikan ilegal itu mencapai 100 orang. 

    ADVERTISEMENT

    "Cukup banyak pasien tersangka ini, bahkan ada beberapa publik figur pernah jadi pasiennya," kata Yusri. 

    Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan Dinkes DKI Jakarta Sulung Mulia Putra mengatakan kedua korban malpraktik SW sampai saat ini masih menjalani perawatan. Ia memastikan tindakan yang dilakukan SW kepada kedua korban seharusnya hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih dan bersertifikat.  

    "Tindakan ini merupakan tindakan medis invasif berisiko tinggi.” Tindakan itu tidak boleh dilakukan bahkan oleh dokter yang tidak terlatih. “Apalagi orang non-kesehatan.” 

    Praktik ilegal SW ini terbongkar setelah polisi mendapat laporan dari pasien malpraktiknya. Pada 14 Februari 2021, polisi menyamar dan menggerebek klinik itu. 

    Tarif layanan SW sekitar Rp 6,5-9 juta per bulan. Selain membuka praktik di kliniknya di Ciracas sejak 2017, SW juga melayani panggilan pasien dari seluruh Indonesia. Ia mengiklankan jasanya melalui media sosial. 

    Atas perbuatanya itu, polisi menjerat pendiri klinik kecantikan, SW, dengan UU Nomor 29 tahun 2004 Pasal 77 juncto Pasal 73 ayat 1 dan atau Pasal 78 juncto Pasal 73 ayat 1 tentang praktik kedokteran. Ia terancam hukuman penjara di atas 5 tahun. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.