Gaduh Pansus Banjir DPRD DKI, Penasehat Fraksi Gerindra: Salah Sasaran

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah truk terjebak genangan banjir di ruas Tol TB Simatupang, Jakarta, Sabtu, 20 Februari 2021. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Sejumlah truk terjebak genangan banjir di ruas Tol TB Simatupang, Jakarta, Sabtu, 20 Februari 2021. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Penasihat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni menyebut Panitia Khusus atau Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta telah salah sasaran, mulai dari kajian yang akhirnya melahirkan rekomendasi untuk permasalahan banjir di Ibu Kota.

    Ghoni mengatakan sengkarut banjir yang sudah menahun membelit Ibu Kota tidak bisa diselesaikan hanya dengan rekomendasi Pansus Banjir DPRD DKI, terlebih kajian pansus tersebut bersumber dari studi banding di dua daerah yang ternyata juga belum berhasil mengatasi banjir, yaitu Surabaya dan Semarang.

    "Kunjungan pansus studi banding ke Surabaya dan Semarang itu salah sasaran meski sah-sah aja. Karena di dua daerah tersebut, bahkan sebelum kunjungan pansus juga sudah banjir. Saya kan juga salah satu anggota pansus banjir, di sana sungai yang dinormalisasi juga tidak mampu menampung debit air dan melimpas ke jalan," kata Ghoni dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

    Karena itu, Ghoni menyebut, kajian pansus yang dipimpin oleh Zita Anjani juga tidak relevan untuk menjawab persoalan banjir di kawasan metropolitan Jakarta jika berdasar kajian di Surabaya dan Semarang yang disebutnya memiliki karakter berbeda dengan Jakarta yang memiliki 13 sungai.

    Anggota DPRD DKI tiga periode ini menyebut, mestinya, studi banding untuk mendalami solusi penanggulangan banjir bisa dilakukan ke negara-negara yang sudah terbukti mengatasi persoalan banjir seperti Malaysia dan Jepang.

    Baca juga : Pansus Banjir DPRD Sampaikan 3 Rekomendasi untuk Pemprov DKI

    "Ya, kalau mau studi banding yang bener ke Jepang dan Malaysia yang relatif berhasil menangani banjir. Saya dulu sudah pernah studi banding ke sana, di Malaysia misalnya, disana jalan tol bawahnya bisa menampung air, jadi air masuk di bawah jalan-jalan tol. Begitu juga di Jepang, itu punya DAM besar, yang bisa menampung sampai tiga juta kubik air," ujar Ghoni.

    Selain itu, Ghoni menilai kritik yang kerap dilontarkan mantan Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta Zita Anjani juga salah sasaran dan menurutnya berlebihan lantaran menuding Gubernur DKI Anies Baswedan tidak bekerja terkait persoalan banjir Jakarta.

    "Saya kira Pansus terlalu cepat dan buru-buru, sehingga tidak maksimal. Kemarin rekomendasi Bu Zita juga sudah saya kasih masukan. Jadi, kita tidak bisa hanya sekedar merekomendasikan, lalu menyalahkan Pak Anies, itu tidak mungkin. Karena sejak zamannya Pak Ali Sadikin, Pak Sutiyoso sampai sekarang tidak ada gubernur yang bisa mengatasi banjir Jakarta," katanya.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.